- Kabupaten Tangerang mencatat pertumbuhan ekonomi 5,67 persen pada 2025 yang didorong oleh sektor tersier.
- Pembangunan Tol Kataraja meningkatkan konektivitas kawasan Tangerang menuju Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta.
- Kawasan Educity di PIK2 menyediakan ruang usaha yang didukung fasilitas pendidikan dan komersial lengkap.
SuaraJakarta.id - Perkembangan kawasan di wilayah pesisir Jakarta dan sekitarnya ikut membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi baru. Bertambahnya kawasan hunian, pusat komersial hingga fasilitas pendidikan membuat kebutuhan terhadap ruang usaha turut berkembang.
Kondisi tersebut membuat aksesibilitas menjadi salah satu pertimbangan pelaku usaha dalam menentukan lokasi. Kemudahan menjangkau kawasan melalui jalan tol, bandara maupun jaringan jalan utama dapat memengaruhi mobilitas konsumen, pekerja, pemasok dan pemilik usaha.
Pertumbuhan aktivitas ekonomi juga terlihat di Kabupaten Tangerang yang menjadi salah satu wilayah penyangga Jakarta. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Kabupaten Tangerang tumbuh 5,67 persen sepanjang 2025. Sektor tersier yang mencakup berbagai kegiatan jasa dan aktivitas ekonomi perkotaan tumbuh 5,26 persen serta memiliki kontribusi 40,99 persen terhadap struktur perekonomian daerah.
Perkembangan tersebut berjalan bersamaan dengan peningkatan konektivitas kawasan. Salah satunya melalui pembangunan Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg (KATARAJA) yang menghubungkan sejumlah kawasan di Tangerang dengan jaringan jalan tol menuju Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta.
Akses terhadap jaringan transportasi menjadi semakin relevan bagi kawasan yang tidak hanya mengandalkan konsumen dari lingkungan sekitar. Kemudahan mobilitas memungkinkan aktivitas usaha menjangkau pasar yang lebih luas, terutama untuk bisnis jasa, perdagangan, perkantoran maupun usaha yang memiliki mobilitas tinggi.
Salah satu kawasan yang mengembangkan konsep tersebut adalah Educity di PIK2.
Rukan Stanford dan Rukan Harvard yang berada di kawasan tersebut berjarak sekitar enam menit dari Gate 1 Tol PIK2 dan sekitar 15 menit menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta berdasarkan informasi pengembang.
Kedekatan tersebut menjadi salah satu faktor yang ditawarkan kepada pelaku usaha. Akses menuju tol dan bandara memungkinkan mobilitas dari kawasan sekitar maupun wilayah lain di Tangerang dan Jakarta.
Namun, konektivitas bukan satu-satunya faktor yang menentukan perkembangan sebuah kawasan usaha. Keberadaan aktivitas pendukung di sekitar lokasi juga dapat membentuk pasar bagi pelaku usaha.
Baca Juga: BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi dan Pentas Seni untuk Peringati Hari Anak Nasional
Di kawasan Educity terdapat institusi pendidikan seperti Sekolah St. Johannes Berchmans dan HOPE Intercultural School. Universitas Pelita Harapan dan Universitas Prasetiya Mulya juga direncanakan hadir di kawasan tersebut.
Selain pendidikan, kawasan sekitar juga dilengkapi hunian dan apartemen seperti Sapporo Residences, Padma, Kuningan Village, dan Tokyo Riverside Apartment.
Marketing Director PIK2 Lucia Aditjakra mengatakan perkembangan aktivitas di sekitar lokasi usaha menjadi elemen penting dalam membentuk pasar.
“Bisnis akan lebih mudah berkembang ketika berada di lingkungan yang aktivitasnya terus bergerak,” ujar Lucia, Jumat (2/10/2026).
Aktivitas tersebut kemudian diperkuat dengan keberadaan fasilitas komersial seperti Educity Square, Harvard Square, Stanford Market Street, Harvard Promenade Lake, dan Stanford Promenade Lake.
Educity Square sendiri sudah mulai menghadirkan berbagai tenant kuliner sehingga menambah aktivitas komersial di kawasan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kawasan Pesisir Jakarta Makin Terhubung, Akses Jadi Pertimbangan Pelaku Usaha
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan
-
Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Semangat Local Heart Lewat CSR dengan Sahabat Anak Cijantung
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob