Pebriansyah Ariefana | Farah Nabilla
Rabu, 09 September 2020 | 14:15 WIB
Hasril Chaniago (capture ILC)

SuaraJakarta.id - Hasril Chaniago, wartawan senior, mengungkap jika kakek dari Politisi PDIP Arteria Dahlan adalah pendiri Partai Komunis Indonesia atau PKI Sumatera Barat.

Zaman itu, Soekarno dielu-elukan oleh masyarakat Sumatera Barat. Namun kemudian dijauhi karena memasukkan ideologi komunisme yang dianggap menentang Pancasila.

Mulai dari situ, Hasril mengungkit soal latar belakang keluarga Arteria Dahlan.

Hasril Chaniago diundang menjadi pembicara dalam acara Indonesia Lawyers Club TV One, Selasa malam (8/9/2020).

Pada acara bertema 'Sumbar Belum Pancasilais?' itu, Hasril menceritakan soal sejarah ke-Pancasila-an Sumbar.

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan. [Suara.com/Wahyu K]

"Arteria Dahlan itu mamaknya itu Bachtaruddin, nama kakeknya itu. Bachtaruddin itu pendiri PKI Sumatera Barat dan anggota konstituante setelah Pemilu 1955," kata Hasril Chaniago saat menceritakan soal sejarah di Sumatera Barat.

Pernyataan wartawan Minangkabau soal latar belakang keluarga Arteria itu bahkan membuat nama Arteria Dahlan menduduki trending topic Twitter per Selasa malam hingga Rabu pagi (9/9/2020).

Simak pernyataan Hasril Chaniago tersebut DI SINI.

Seperti dilansir Wikipedia, Hasril Chaniago lahir di Nagari Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, 20 Januari 1962. Dia dalah seorang wartawan dan penulis yang aktif menulis biografi para tokoh Indonesia.

Baca Juga: Puan Diminta Belajar Sejarah, Arteria Dahlan: Tidak Perlu, Dia Cucu Sukarno

Koleksi Kendaraan Arteria Dahlan. (Kolase)

Dia pernah menjadi wartawan Harian Singgalang dan pimpinan redaksi Harian Mimbar Minang di Sumatra Barat.

Selama bekerja di Harian Singgalang, ia sempat mengikuti beberapa pendidikan jurnalistik di berbagai tempat, seperti di Universitas Andalas, Padang (1983), Medan (1986), dan Arlington, Virginia, sembari menjadi visiting editor di surat kabar Tallahassee Democrat, Florida, Amerika Serikat pada tahun 1998.
Sambil menjadi wartawan dan penulis, ia pernah menjadi Konsultan Pengembangan Media Haluan Media Group dan Ketua Dewan Redaksi Harian Haluan (2010–2012).

Selain itu, ia pernah menjadi Redaktur Eksekutif Harian Singgalang (1986–1998), kontributor dan redaktur tamu Majalah Ekonomi Prospek Jakarta, Pemimpin Redaksi Mimbar Minang (1999–2005), koresponden majalah Milenia Muslim (Malaysia) untuk Indonesia (2007–2008), dan Board of Editorial Majalah Indonesian Leaders Jakarta (2015–2016).

Load More