- Seorang oknum TNI AD di Kendari melarikan diri saat menjalani pemeriksaan internal terkait dugaan tindak kekerasan terhadap anak.
- Pelaku berhasil kabur dengan memanfaatkan celah izin makan yang diberikan penyidik di tengah proses pemeriksaan berlangsung.
- Denpom XIV/3 Kendari telah menetapkan pelaku sebagai DPO dan berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Tenggara untuk melakukan pencarian.
SuaraJakarta.id - Satu momen singkat yakni izin makan yang berubah menjadi celah krusial. Seorang oknum anggota TNI AD di Kendari dilaporkan kabur saat menjalani pemeriksaan terkait dugaan kekerasan terhadap anak. Peristiwa ini bukan hanya soal pelarian, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar yakni bagaimana hal itu bisa terjadi di tengah proses pemeriksaan?
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku sebelumnya berada dalam proses pemeriksaan internal. Di tengah pemeriksaan, ia meminta izin untuk makan. Di sinilah titik kritis terjadi.
Alih-alih kembali, yang bersangkutan justru menghilang. Tidak ada indikasi perlawanan. Tidak ada pengejaran saat itu juga. Situasi yang terlihat biasa berubah menjadi awal pelarian.
Dalam praktik pemeriksaan, terutama untuk perkara sensitif, pengawasan terhadap terperiksa umumnya dilakukan secara ketat. Namun dalam kasus ini, muncul dugaan adanya kelonggaran.
Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Haryadi Budaya Pela, membenarkan bahwa yang bersangkutan meninggalkan lokasi saat proses berlangsung. “Sudah kami tetapkan sebagai DPO dan saat ini dalam pencarian,” ujarnya.
Tak butuh waktu lama, status terduga pelaku berubah. Dari yang semula diperiksa, kini menjadi buronan. Aparat Denpom bersama Polda Sulawesi Tenggara melakukan koordinasi untuk mempercepat pencarian.
Namun fakta bahwa pelaku sempat lolos dari pengawasan menjadi sorotan tersendiri.
Kasus ini tidak hanya soal satu orang yang kabur. Lebih dari itu, ini menyentuh dua isu besar yakni perlindungan terhadap anak dan akuntabilitas dalam penegakan hukum.
Hingga kini, terduga pelaku masih dalam pencarian. Aparat mengimbau agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri.
Baca Juga: Cek Fakta: Viral TNI AL Tembak Fasilitas Pengeboran Minyak Ilegal Milik Malaysia, Benarkah?
Sementara itu, publik menunggu bukan hanya penangkapan, tetapi juga jawaban bagaimana celah itu bisa terjadi dan apa yang akan diperbaiki.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral TNI AL Tembak Fasilitas Pengeboran Minyak Ilegal Milik Malaysia, Benarkah?
-
Bagaimana Rekayasa Lalu Lintas Saat HUT TNI di Monas?
-
Bendera Merah Putih Robek Saat Gladi HUT TNI di Monas, Ini Reaksi Cepat TNI
-
Kisah Heroik Tim Kesehatan TNI di Gaza Bikin Bangga
-
Dari Dedi Mulyadi Hingga Purnawirawan TNI, Ini Pernyataan Kontroversial Hercules
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
5 Fakta Senggol Berujung Maut di Cengkareng, Pegawai Toko Roti Tewas Dibacok
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
-
Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?
-
Recap Gaya Lari Sudirman: 7 Tren Sepatu Paling Mencuri Perhatian Bulan Ini, Stylish & Nyaman
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut