Pebriansyah Ariefana
Rabu, 09 September 2020 | 17:07 WIB
Ilustrasi pemakaman jenazah virus corona di TPU Pondok Ranggon, Jaktim. (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah).

SuaraJakarta.id - Majelis Ulama Indonesia atau MUI geram ada jenazah corona dimakamkan tidak menghadap kiblat. MUI minta posisi jenazah itu diperbaiki.

Jenazah corona di Lubuklinggau tidak dimakamkan menghadap kiblat sesuai dengan syariat Islam.

Ini diadukan dan dikeluhkan masyarakat di sana.

Ketua MUI Lubuklinggau Syaiful Hadi Maafi sudah menyampaikan permasalahan yang diadukan masyarakat tersebut kepada pemerintah.

Syaiful mengatakan jika pihaknya akan mengupayakan memperbaiki posisi makam tersebut.

Jenazah itu dimakamkan dengan prosedur penanganan korban Covid 19 tersebut.

“Iya sudah ada pembahasannya dan akan dilakukan perbaikan,” ujarnya, Rabu (9/9/2020).

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakamenag) Lubuklinggau, Azhari Rahardi mengatakan jika pihaknya juga baru mengetahui atas keluhan masyarakat tersebut.

Sehingga, diperlukan pembahasan bersama akan hal tersebut terutama pada MUI dan Gugus Tugas dari pemerintah daerah.

Baca Juga: Butuh Nyali Besar Urus Jenazah Corona, Adang Enjoy Meski Nyawa Taruhannya

"Sangat perlu dilakukan pembahasan. Dilakukan perbaikan secepatnya," ujar dia.

Akan tetapi proses perbaikan dapat dilakukan dengan cepat.

Dia berpendapat posisi mayat di dalam makam jika sudah tegak lurus dengan arah kiblat di sebelah kanan maka sudah bisa dinyatakan benar berdasarkan syariat islam.

"Sebenarnya bisa dengan cepat diperbaiki, tinggal mengetahui posisi yang benar," kata dia.

Azhari yang dihubungi juga tengah dalam proses isolasi mandiri setelah sakit, mengatakan ia akan memastikan hal tersebut lebih lanjut.

"Sebaiknya dilakukan pembahasan bersama. Kemenag juga menjadi bagian pada hal ini. Saya juga baru tahu akan hal ini,” ungkapnya.

Load More