SuaraJakarta.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menambah 800 tempat tidur untuk pasien corona di Rumah Sakit (RS) rujukan. Pasalnya kapasitas RS belakangan ini menipis seiring dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengatakan 800 kapasitas tambahan itu berasal dari pengalihan kamar untuk pasien biasa menjadi khusus corona.
Ada juga kerja sama dengan RS swasta yang menjadi rujukan baru.
"Jadi ada penambahan sekitar 800 Tempat tidur," ujar Widyastuti di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/9/2020).
Dari tambahan 800 kasur, maka diperkirakan bed untuk Intensive Care Unit (ICU) akan bertambah 200.
Lalu untuk ruang isolasi pada RS yang menjadi rujukan akan bertambah 600 kasur.
"Poinnya, ICU dari total awal 400an sampai sekarang, saat ini kan 528, akan menjadi sekitar 600. Jadi nambah sekitar 200," tuturnya.
Karena penambahan kapasitas, maka ia mengakui pihaknya memerlukan tenaga medis tambahan. Dinkes sendiri sudah merekrut 1,174 tenaga kesehatan dari berbagai daerah.
"Jadi sementara ini khusus penanganan covid tentu dibutuhkan SDM," pungkasnya.
Baca Juga: Antar Bacalon Terpapar Corona ke KPU, Hasil Swab Andre Rosiade Mengejutkan
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menambah jumlah Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19. Rencananya ada 11 lagi RS yang akan menerima pasien corona di Jakarta.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, saat ini Pemprov DKI berencana memiliki 5.450 tempat tidur atau bed khusus pasien corona.
Rinciannya 4.800 ruang isolasi dan 650 Intensive Care Unit (ICU).
Sementara kondisi sekarang DKI baru memiliki 4.054 kamar isolasi dan 513 ICU, totalnya ada 4.567 bed khusus pasien corona.
Dengan demikian, saat ini DKI kurang 137 kamar ICU dan 746 ruang isolasi dari targetnya.
Dari data yang sama juga, Dinkes berencana mengisi kekurangan itu dengan menambah jumlah kasur isolasi dan ICU. Caranya dengan mengalihkan kasur pasien biasa menjadi khusus corona.
Berita Terkait
-
Persija Jakarta Dihantam Sanksi Jelang Hadapi Persib Bandung
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
5 Fakta Senggol Berujung Maut di Cengkareng, Pegawai Toko Roti Tewas Dibacok
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
-
Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?
-
Recap Gaya Lari Sudirman: 7 Tren Sepatu Paling Mencuri Perhatian Bulan Ini, Stylish & Nyaman
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut