"Saya sudah meminta untuk sediakan stop kontak. Jadi saat digunakan ruang chamber tidak dengan sensor, tapi manual dengan stop kontak," tuturnya.
Dengan hal itu, Lexy menuturkan, tetap ada petugas yang berjaga menghidup dan mematikan arus listrik penggunaan ruang chamber.
Khusus Petugas
Dua ruang chamber ini diakuinya hanya untuk para petugas medis setelah mengantarkan pasien Covid-19 dari Puskesmas ke Hotel Yasmin.
"Jadi bukan untuk pasien. Ini untuk petugas saja setelah mereka antarkan pasien, lalu disemprot di ruang chamber, kemudian melepas APD hingga bersihkan diri di kamar mandi," sebutnya.
"Sudah ada alur prosedurnya untuk para petugas. Kalau saya tugasnya di sini memastikan tempat selalu steril," lanjutnya.
Biarpun terasa berat, Lexy tetap semangat untuk mengemban tugas kemanusiaan ini. Apalagi, kata dia, kondisi ini hanya berlangsung selama tiga bulan saja.
"Saya dari PMI tetap siap saja jalani tugas ini. Ini cuma sampai tiga bulan doang sampai Desember 2020 nanti kok," sebutnya.
Berjemur Diri
Baca Juga: Hore! Pemprov Riau Siapkan Dua Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19
Hotel Yasmin terdiri dari dua gedung, AB dan CD. AB terdiri dari empat lantai kamar bersama dengan fasilitas rooftop di lantai paling atas.
Sementara, gedung CD terdiri dari lima lantai juga bersama roftop paling atas. Bedanya, AB khusus untuk pasien Covid-19, sementara CD untuk umum.
Pantauan Suara.com, perbedaan dua gedung itu juga terlihat dari fasilitasnya. Gedung untuk umum, jelas tidak diragukan karena banyak fasilitas.
Mulai dari loby area tampak banyak sofa hingga tanaman hias yang memperindah ruangan itu. Di sekitar area ini memiliki meja bar panjang sekitar 3,5 meter.
Sedangkan, gedung AB terdapat fasilitas kolam renang yang berada di lantai dasar, dekat pintu masuk. Hanya saja kolam tidak berisikan air.
Lala menuturkan, pasien Covid-19 yang menetap di Hotel Yasmin akan selalu diagendakan untuk berjemur diri. Mereka akan berjemur di bawah dekat kolam.
Berita Terkait
-
Membongkar Jebakan Kemiskinan Spasial Pekerja Informal di Kabupaten Tangerang
-
Siswa 13 Tahun Tewas di Sekolah Internasional Gading Serpong, Diduga Jatuh dari Lantai 8
-
Cegah Pencemaran, TPA di Jabodetabek Diminta Tutup Tumpukan Sampah
-
Kelas Rusak, Guru Mengundurkan Diri: Realitas Miris di SMK Al-Anshor Tangerang
-
TPA Jatiwaringin Kritis, Tersisa 6 Hektar dari 31 Hektar Lahan
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Review 5 Sepatu Lari Lokal yang Katanya 'Tiru' Brand Luar, Mirip atau Beda Jauh?
-
Adopsi AI Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara, SML Luncurkan AI Entrepreneurship di BSD City
-
Mitsubishi Destinator Andalkan Kenyamanan Premium dan Performa Turbo di Kelas SUV Keluarga
-
5 Sepatu Lari untuk Traveling yang Ringan, Empuk, dan Tidak Bikin Koper Cepat Penuh
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Tetap Keren Dipakai Pakai Jeans, Cocok Buat Ngantor WFO