SuaraJakarta.id - Polda Lampung menemukan motif baru terkait aksi nekat Alpin Andria (24) menusuk pendakwah Syekh Ali Jaber saat sedang berceramah di Bandar Lampung, pekan lalu.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tersangka geram dengan adanya kegiatan keagamaan di dekat kediamannya yang mengundang penceramah Syekh Ali Jaber.
Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad dikutip SuaraJakarta.id dari Suara.com, Kamis (17/9/2020).
"Tersangka sudah ada niat, ada rasa kesal pada saat mendengar adanya ceramah Syekh Ali Jaber," kata Pandra.
Polisi menduga tersangka Alpin sudah merencanakan percobaan pembunuhan terhadap pendakwah kelahiran Madinah, Arab Saudi, tersebut.
Dugaan itu muncul lantaran dalam pengakuan tersangka, ia yang diliputi emosi karena ada acara itu di dekat rumahnya, lalu mengambil sebilah pisau dari kediamannya.
"Didahului dengan menyiapkan mengambil senjata tajam dari rumah tersangka. Tersangka ini sudah ada suatu perencanaan untuk melakukan suatu pembunuhan," ungkapnya.
Pihak kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Diantaranya keluarga dan paman pelaku, saksi korban, saksi mata, dan perekam video
"Sampai hari ini sudah 15 saksi yang dilakukan pemeriksaan. 15 saksi tersebut guna melengkapi berkas perkara yang saat ini kami kejar untuk segera kami limpahkan kepada jaksa penuntut umum," paparnya.
Baca Juga: Kalau Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Ditutup Polisi Nanti Dicurigai Lagi
Pandra menambahkan, dalam kasus penusukan Syekh Ali Jaber, pihak Densus, Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri, hingga Bareksrim Polri ikut turun tangan membantu pemeriksaan.
"Kehadiran dari tim tersebut adalah untuk memperkuat di dalam konstruksi pasal, kemudian melakukan penyelidikan apakah masih ada kaitan dan lain sebagainya," tuturnya.
Penuh Kesadaran
Pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, Alfin Andria diketahui sadar penuh saat menjalani pemeriksaan bersama psikiater.
"Sampai sejauh ini menurut psikiater, tersangka AA ini masih bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan. Artinya masih dalam keadaan sadar dia menjawab pertanyaan-pertanyaan itu," ujar Pandra.
Alfin juga telah membeberkan alasan dirinya menusuk Syekh Ali Jaber.
"Apa motivasinya dia melakukan tindak pidana itu sudah jelas disampaikan, bahwa yang dirasakan oleh dia adalah perasaan gelisah," kata Pandra.
"Apalagi pada saat itu kegiatan itu berlangsung tidak jauh dari rumah tersangka," sambungnya.
Sering Bermasalah
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, Alfin ternyata kerap hidup berpindah-pindah. Mulai dari ikut bersama pamannya, lalu sempat juga tinggal bersama kakeknya.
Bagi keluarganya, Alfin dicap sebagai beban karena kerap berbuat masalah.
"Dan selalu menjadi beban orangtuanya," kata Pandra.
Status Alfin sendiri merupakan lajang tanpa pekerjaan tetap.
Pandra menuturkan, Alfin selalu dianggap sebagai masalah bagi keluarganya, di manapun dia berada.
"Di dalam kesehariannya juga sering bermasalah di dalam keluarganya. Artinya selalu menjadi beban keluarga di manapun dia berada," jelas Pandra.
Tak Punya Musuh
Di sisi lain, Syekh Ali Jaber mengaku insiden penusukan tersebut menjadi pengalaman buruk pertama selama 12 tahun berdakwah di Indonesia.
Dirinya juga merasa tidak mempunyai musuh siapapun lantaran dalam berdakwahnya selalu menjaga kedamaian para umat.
Menurutnya, perdamaian tersebut tidak hanya dilakukan kepada sesama muslim, melainkan juga para tokoh agama lain.
Pengakuan tersebut disampaikan Syekh Ali Jaber dalam acara Kabar Petang TVOne, Senin (14/9/2020) lalu.
"Alhamdulillah selama 12 tahun enggak pernah saya mengalami hal seperti ini, maupun di sosial media Alhamdulillah hubungan saya baik sama seluruh masyarakat, tokoh-tokoh, bahkan tokoh beda agama," ujar Syekh Ali Jaber.
"Selama dakwah 12 tahun selalu berusaha menjaga perasaan umat, menjaga kebersamaan, memimpin umat selalu menjaga kedamaian," jelasnya.
Syekh Ali Jaber kemudian menyinggung soal kontestasi Pilkada Serentak yang diakuinya selalu dilibatkan di dalamnya.
Ia mengaku berperan untuk menciptakan suasana kondusif jelang Pilkada Serentak di daerah-daerah yang memang rawan terjadinya konflik.
"Bahkan saya sering kali ditugaskan untuk turun ketika Pilkada Serentak ke daerah-daerah yang dikhawatirkan konflik saya menenangkan umat di sana," katanya.
Maka dari itu, Syekh Ali Jaber merasa tidak menyangka ketika ada orang yang justru mau mencelakakan dirinya.
Materi Tausiyah
Sementara itu terkait materi tausiyahnya, ia menjamin tidak ada yang berbau dengan kekerasan ataupun hal-hal yang bisa memecah-belah umat maupun negara.
"Dan Alhamdulillah selama ini, silakan cek semua tausiyah-tausiyah saya, saya enggak pernah ada tema-tema kekerasan atau ajakan atau hal-hal yang membahayakan," ungkapnya.
"Justru semua Alhamdulillah dikenal dengan baik," pungkas Syekh Ali Jaber.
Berita Terkait
-
Hari Ke-4 Pencarian, Tim SAR Sisir Pulau Sebesi hingga Pulau Umang Cari 5 Jurnalis Hilang
-
Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang Menuju Anak Krakatau Diperluas hingga Perairan Lampung
-
Bongkar Love Scamming di Rutan Kotabumi Lampung, Menteri Agus: Kalau Pegawai Terlibat, Proses!
-
Pegawai Koperasi Dibunuh Tukang Somai Gara-Gara Utang: Fakta Lengkap yang Bikin Geram
-
Viral Ibu di Lampung Tewas Ditembak Begal Ternyata Hoax, Kombes Yuni Ungkap Fakta Sebenarnya
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Bikin Weekend Lebih Istimewa, Berikut Promo Nonton The Premiere untuk Nasabah BRI
-
Diskon MCU hingga 20%, Simak Healthcare Privilege BRI dan Prodia
-
Perkuat Standar Pelayanan, PKSS Gelar Jambore Satpam 2026 di 34 Cabang Indonesia
-
Bareskrim Bongkar Pabrik Vitamin Anak Palsu, Beroperasi Sejak 2021
-
Menuju Satu Abad Sumpah Pemuda, PEMIRA Ajak Berbagai Elemen Pemuda Berkonsolidasi