Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana | Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 18 September 2020 | 15:50 WIB
Suasana rumah duka almarhum Rinaldi Harley Wismanu di Dukuh Nologaten RT 2/RW 4, Caturtunggal, Depok Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (17/9/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Waktu kecil hingga dia (Rinaldi) lulus SMA itu sudah mandiri. Jadi biaya kuliah dari S1 sampai ke Jepang itu beasiswa. Jadi pahamlah dia bagaimana dirinya untuk keluarga," terang Erni yang tergabung dengan komunitas pengajian tersebut.

Di sisi lain, paman Rinaldi, Hutabarat menerangkan meski keponakannya pintar dan mandiri, baginya Rinaldi adalah anak yang memiliki dunia dengan hobi yang dia sukai.
Rinaldi disebut menyukai hal yang berhubungan dengan budaya Jepang.

"Ya saat kuliah suka sekali dengan budaya Jepang. Makannya melanjutkan pendidikannya sampai ke sana. Dia juga memiliki samurai yang di simpan di kamarnya," ujar Hutabarat.

Kepergian Rinaldi menyisakan duka yang dalam bagi Hutabarat. Ia mengingat jika keponakannya datang ke Sleman selalu mengajak keluarga jalan-jalan.

Baca Juga: Pelaku Wanita Mutilasi Kalibata City Sempat Viral, Disebut Pelakor

"Biasalah kami berjalan-jalan dengannya saat pulang ke sini. Berlibur dengan keluarga menjadi momen yang tidak terlupakan. Tapi sekarang sudah tidak ada, kami serahkan hal itu ke kepolisian untuk kasusnya," terang Hutabarat.

Hingga saat ini dirinya belum mendapat kepastian kapan jenazah keponakannya datang ke Sleman. Saat ini masih dilakukan tes DNA.

"Masih menunggu sampai sekarang, jadi pastinya dia datang ke sini belum tahu," ungkap Hutabarat.

Sebelumnya diberitakan Rinaldi Harley Wismanu ditemukan tewas di lantai 16 Tower Ebony, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada Rabu (16/9/2020) malam.

Tubuh jenazah pria berusia 32 tahun itu dimutilasi oleh pelaku dan disimpan di dalam sebuah koper.

Baca Juga: Nikahi Pramugari Jepang, Rinaldi Korban Mutilasi Sering Ajak Istri ke Jogja

Korban sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak 9 September 2020.

Load More