Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana | Bagaskara Isdiansyah
Selasa, 22 September 2020 | 12:48 WIB
Warga Kebon Pala, Kampung Melayu (Suara.com/Bagaskara)

Ia mengatakan, sudah sejak 1996 merasakan air merendam pemukimannya.

"Dari 1996 aja bisa dikatakan. Itu banjir besar yang kedua. Dulu kejadian dulu waktu itu. Ini (banjir) hanya bagian dari teman-temannya aja ini," tuturnya.

Lebih lanjut, Joni menambahkan, dirinya bersama warga lain bersyukur masih bisa menyelamatkan barang-barang berharganya dari rendaman air.
Sebab, sejak Senin malam pihak kelurahan sudah memberikan imbauan bahwa akan adanya luapan air sungai Ciliwung.

"Untungnya warga sudah siaga karena udah ada pemberitahuan sebelumnya jadi warga tinggal tunggu air datang aja," tandasnya.

Baca Juga: Anak-anak Asik Main Banjir Seolah Tak Takut Corona

Warga beraktivitas di rumahnya yang terendam banjir di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (22/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Adapun terlihat warga kekinian sibuk membersihkan genangan air, lumpur hingga sampah yang masuk ke dalam rumah akibat banjir tersebut. Air yang merendam perlahan mulai surut.

Mulai surut

Banjir Jakarta sudah mulai surut, Selasa (22/9/2020) siang. Hal itu berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta.

Sebelumnya, banjir yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi dan kiriman dari pintu air Katulampa telah berdampak di sejumlah wilayah meliputi Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Utara, Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Selatan dan Kota Jakarta Utara.

Menurut laporan yang diterima hingga Selasa (22/9/2020) pukul 11.00 WIB, banjir tersebut telah memaksa 30 KK/104 jiwa mengungsi.

Baca Juga: Banjir Jakarta Mulai Surut, 104 Orang Masih Mengungsi

Adapun rinciannya adalah 5 KK/15 jiwa mengungsi di Musala Riyadhul Saadah di Jakarta Barat.

Load More