SuaraJakarta.id - Seorang bocah berusia 10 tahun sakit keras dan terbaring di rumah sakit. Namanya Muhamad Ibrahim Wafiq.
Baim, panggilan Muhamad Ibrahim Wafiq, terbaring di rumah sakit RSPAD Jakarta. Baim merupakan warga Bekasi.
Meski lagi sakit, Baim mempunyai keinginan keras menghafalkan Al Quran. Video Baim terbaring di rumah sakit, viral di media sosial.
Berkut 5 faktar tentang Baim:
1. Viral
Sebuah tayangan video berdurasi 59 detik viral di media sosial yang menayangkan seorang anak terkapar di tempat tidur rumah sakit. Dia dipakaikan infus dan selang pada hidung masih menempel di tubuhnya.
Anak itu terlihat dalam kondisi mata tertutup dan dengan lantang melantunkan lafadz Al Quran.
Video yang di upload oleh akun Facebook Neng Ayu Yasmeen pada, Senin (21/9/2020) kemarin lusa itu kemudian viral.
Video itu sampai kini telah mendapatkan 6,1 ribu respon, 88 komentar yang beragam menyanjung sikap anak tersebut serta 3,7 ribu dibagikan.
Baca Juga: Gak Tega Lihatnya, Jemari Balqis Putus Sendiri, Derita Penyakit Langka
"Kepada Ayah dan Bunda Guru PAI, salah satu santri kami yg belajar di Rumah Tahfidz Al Quran Az zahra Perwira, Bekasi Utara,Kota Bekasi namanya Ibrahim biasa dipanggil Baim, mempunyai cita cita hafidz 30 Juz sehingga bisa memberikan mahkota ayah bundanya, sekarang baru selesai Juz 30 dan sedang menyelesaikan Juz 29 namun ananda sekarang sedang sakit parah dan tidak sadarkan diri akan tetapi mulut dan akalnya tidak berhenti tuk melantunkan Al Quran," tulis dalam postingan FB itu.
Setelah ditelusuri, rupanya benar bahwa anak dalam video tersebut mengaji di Rumah Quran Az-Zahra. Letaknya berada di Kavling Perwira Jaya, Jalan Bintara IV Rt 04/12, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara.
2. Menghafal Al Quran
Namun, hangat disapa Baim. Ia tidak mengenyam pendidikan formal di sana, Baim ke Rumah Quran itu hanya mengaji.
"Setiap hari Sabtu dan Ahad (Minggu), dua hari memang jadwal mengaji kita, (Baim) memang mengaji di sini," kata guru mengaji Baim, Galih Muharik (27) kepada SuaraJakarta.id.
Galih mengungkapkan, Baim telah belajar mengaji di Rumah Quran Yayasan Az-Zahra selama tiga tahun belakangan ini.
3. Cita-cita jadi hafidz
Ia bercita-cita menjadi seorang hafidz Quran.
"Baru hafal Juz 30, nah memang Baim itu sedang menuntaskan hafalan Juz 29 nya. Karena kalau hafalan quran kita ajarkan mulai dari Juz 30 (lalu kebawah), 29, 28, gitu," ungkapnya.
Baim sendiri sudah tidak mengaji di Rumah Quran itu sejak bulan Ramadhan atau Juni 2020.
Ia mengidap penyakit yang Galih sendiri sampai sekarang belum mengetahui penyakitnya.
Baim memang dikenal anak yang ramah dan baik. Namun, pendiam. Karena alasan pendiam itulah penyakit Baim tidak diketahui Galih.
"Baru tahu sakit waktu itu di rumah, tiba-tiba di rawat ke rumah sakit, nggak tahu saya sampai sekarang beliau (Baim) sakit apa. Yang jelas dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto (RSPAD)," katanya.
4. Dirawat intensif dan sadarkan diri
Galih juga mengklarifikasi keterangan video yang viral bahwa Baim tidak sadarkan diri.
Ia menyatakan jika Baim masih sadar, tetapi hanya membutuhkan perawatan intensif oleh medis dengan rawat inap.
Di RSPAD Gatot Subroto, Baim sempat menggemparkan perawat dan dokter di sana.
Sebab, setiap kali Baim terbangun dari tidurnya kerap melantunkan hafalan quran nya dengan lantang.
Bahkan, Baim juga acap kali bersholawat nabi.
"Anak itu subhanallah, luar biasa. Kalau lagi melek itu selalu bersholawat di rumah sakit. Nah, kalau tidur itu suka mengigau seperti di video. Itu bukan tidak sadarkan diri, tapi Baim tidur mengigau melafalkan hafalan Quran nya," jelas Galih.
5. Warga Bekasi Utara
Galih juga bercerita, satu bulan lalu sempat bertemu dengan Baim.
Karena saat itu rumah sakit memperbolehkan sementara Baim pulang ke rumahnya di Bekasi Utara.
"Ya, saya sama ustad dan yayasan menengok Baim. Itu saya tidak menyangka Baim sudah benar-benar berubah (tidak sehat seperti dulu kala), memakai kursi roda, infus dan memakai selang. Tapi ada semangat dia untuk sembuh, buktinya kita ngobrol disana Baim duduk cukup lama, karena biasanya paling dia bisa bertahan duduk itu 10 menit," imbuh Galih.
Karena demikian pula, Galih meminta agar masyarakat dan para tokoh agama dapat memanjatkan doa untuk kesembuhan Baim yang kini masih dalam perawatan di RSPAD Gatot Subroto.
Seluruh yayasan dan rekan-rekan sebayanya menginginkan kembali bisa berkumpul dengan Baim menghafal ayat suci Al Quran.
"Saya mewakili yayasan, meminta doa dan dukungan kepada masyarakat agar baim segera pulih dan dapat beraktivitas sediakalanya," tutup Galih.
Berita Terkait
-
Live Report: Suasana Pemudik di Hari H Lebaran Idulfitri di Bekasi Kalimalang
-
Kisah Haru Ayah dan Anak Boncengan Naik Sepeda Ontel, Mudik Jakarta- Tegal
-
Pemudik Asal Bekasi Bingung Terlantar di Tol Semarang-Solo Usai Diturunkan Bus
-
Didominasi Motor, Arus Mudik di Kalimalang Padat Merayap
-
Kritik Tradisi Stop Tadarus di Akhir Ramadan: Masjid Jadi Sepi Setelah Khatam Al-Qur'an
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
THR Gen Z Tak Lagi Habis untuk Baju Baru, Kini Ramai-ramai Dipakai untuk Upgrade Skill
-
Tak Semua Bisa Mudik, Anak Rantau Ini Rayakan Lebaran Lewat Video Call: Cuma Bisa Lihat dari Layar
-
Lebaran Asyik di Jakarta: Keliling Dunia dalam Satu Kawasan, Tanpa Macet-macetan Keluar Kota