SuaraJakarta.id - Wali Kota Bogor mengaku siap menjadikan Bogor sebagai salah satu tempat uji coba vaksin Covid-19.
Bima mengatakan, rencananya uji coba akan dilakukan oleh pemerintah pusat awal tahun depan.
"Informasinya, kemungkinan Januari atau Februari 2021," kata Bima Arya di sela kegiatannya memantau pelaksanaan simulasi ujicoba vaksinasi Covid-19, di Puskesmas Tanah Sareal, Jalan Kesehatan, Kota Bogor, Minggu (4/10/2020).
Pemerintah Kota Bogor menyiapkan Puskesmas Tanah Saeral yang lokasinya bersebelahan dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor, untuk tempat ujicoba vaksinasi Covid-19 tersebut.
Menurut Bima Arya, bagi Pemerintah Kota Bogor, yang utama adalah memastikan kesiapan tempatnya dan memastikan semua protokol kesehatan dipenuhi, termasuk menghitung berapa jumlah pasien yang akan menjalani vaksinasi agar persyaratan protokol kesehatan terpenuhi.
Pada kesiapan pelaksanaan ujicoba vaksinasi tersebut, Bima Arya juga memastikan, tenaga kesehatan di Kota Bogor sudah siap, serta sistem alur pelaksanaan ujicoba vaksinasi sudah siap.
Sistem alur yang dimaksudkan Bima Arya adalah, prosedur dan tatalaksana dari orang yang akan menjalani ujicoba vaksinasi mulai sejak datang ke Puskesmas, pelaksanaan vaksinasi, hingga pasca-vaksinasi.
"Kami akan siapkan jalur emergency dan ambulans," katanya.
Bima menjelaskan orang yang menjalani ujicoba vaksinasi, setelah divaksinasi, diminta duduk dulu sekitar 30 menit di ruangan yang disiapkan sambil diberikan sosialiasi sekaligus melihat reaksinya.
Baca Juga: Pernah Positif Corona, Wali Kota Bogor Mau Disuntik Vaksin COVID-19
"Jika dalam waktu 30 menit tidak ada gejala apa-apa maka dipersilakan pulang, tapi jika dalam waktu 30 menit mengalami gejala atau kejadian ikutan pasca-vaksinasi disiapkan jalur khusus untuk dibawa ke rumah sakit. Disiapkan mobil ambulans juga," katanya.
Menurut Bima Arya, pemerintah pusat merencanakan ujicoba vaksin Covid-19 ini pada awal tahun 2021, sehingga Kota Bogor masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
"Nantinya masih ada pertemuan lokakarya dan arahan teknis dari pemerintah pusat," katanya.
Menurut Bima, ada informasi, kemungkinan Presiden Joko Widodo juga akan hadir meninjau pelaksanaan imunisasi vaksin Covid-19 di Kota Bogor.
Ketika ditanya, siapa kemungkinan orang yang akan menjalani ujicoba vaksin Covid-19, Bima menuturkan, kemungkinannya adalah tenaga kesehatan, serta orang yang aktif di ruang publik.
Ketika ditanya, apakah Bima siap menjalani ujicoba vaksin Covid-19, dia mengatakan siap.
Berita Terkait
-
Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi
-
DPRD Kota Bogor Bahas Program dan Target PDAM Tirta Pakuan untuk Tahun 2026
-
Lewat Immerzoa, Museum Zoologi Bogor Tampilkan Dunia Satwa Secara Imersif
-
Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 di Bogor
-
Bek Jangkung Keturunan Sunda 195 Cm Kasih Puja Puji ke Timnas Indonesia, OTW Naturalisasi?
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Masuk Kerja Lagi Setelah Lebaran? Ini 7 Cara Melawan 'Magical' Biar Nggak Malas Gerak
-
Hindari Macet Tol Cipali Malam Ini, Pemudik Disarankan Keluar di Cirebon dan Lewat Pantura
-
Cek Fakta: Benarkah Serangan Iran Hancurkan Kilang Israel? Ini Faktanya
-
ART Belum Kembali Usai Lebaran? Ini 7 Cara Biar Rumah Tetap Rapi Tanpa Drama Kewalahan
-
Puncak Arus Balik 28-29 Maret, Baru 36 Persen Kendaraan Menyeberang dari Sumatera ke Jawa