SuaraJakarta.id - Akademisi Universitas Indonesia Ade Armando menyebut Aksi Jogja Memanggil dengan tagar #JogjaMemanggil merupakan kedunguan tingkat dewa. Sebab dalam aksi itu tagline yang dipakai untuk menurunkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin.
Hal itu diungkap Ade Armando dalam akun Twitternya @AdeArmando1. Ade Armando posting salah satu poster Jogja Memanggil yang berwarna hitam.
Di poster itu tertuliskan aksi Jogja Memanggil menyatakan mosi tidak percaya. Lalu mereka menuliskan tutunkan Jokowi-Maruf Amin, cabut UU Cipta Kerja, bubarkan DPR dan bangun Dewan Rakyat.
"Ini sih Dungu tingkat dewa. Kalau tolak UU Cipta Kerja, tolak aja! Tapi kok jadi turunkan Jokowi? Bubarkan DPR? Bangun Dewan Rakyat? Siapa yang bikin?" tulis Ade, Kamis (8/10/2020) pagi.
Aksi Jogja Memanggil akan berlangsung hari ini dengan titik kumpul di bundaran Universitas Gajah Mada.
Tagar #JogjaMemanggil menjadi trending topic nomor satu di Twitter Rabu (7/10/2020). Warganet sengaja menggunggah cuitan dengan tagar tersebut untuk menyemarakkan aksi menentang pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja.
Akun Twitter @BuruhYogyakarta sendiri ikut membagikan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk ikut meramaikan tagar #JogjaMemanggil. Warganet diminta untuk meramaikan tagar tersebut sejak pukuk 18:00 hingga seterusnya.
Sementara akun @gjynmmnggllagi juga menyampaikan kepada masyarakat yang tidak bisa terlibat secara langsung dalam aksi turun ke jalan, untuk bisa ikut meramakaian penggunaan tagar tersebut di dunia maya. Sehingga aksi mereka akan terdengar baik di jalanan maupun dunia maya.
Terpantau sudah ada 3000 lebih cuitan yang ditulis warganet untuk meramaikan tagar tersebut. Selain ajakan untuk meramaikan tagar maupun melakukan aksi, ada juga ajakan untuk menjadi paramedis jalanan. Yakni tim medis yang akan menjaga atau membantu orang-orang yang ikut turun ke jalan jika ada yang terluka.
Baca Juga: Simak, 8 Hal untuk Kurangi Risiko Penularan Covid-19 Selama Unjuk Rasa
Sebelumnya telah dilakukan juga konsolidasi aksi untuk permasalahan Omnibus Law UU Cipta Kerja oleh sejumlah massa dikawasan Bonbin UGM yang menghasilkan beberapa ketentuan. Di antaranya mengatur tempat dan jam pelaksanaan aksi unjuk rasa oleh seluruh elemen masyarakat.
Aksi serupa juga telah digelar oleh sejumlah massa sejak pukul 14:00 di kawasan pertigaan revolusi UIN Sunan Kalijaga. Tidak hanya di Jogja aksi protes terhadap permasalahan yang sama juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Massa aksi juga akan melakukan unjuk rasa Kamis (8/10/2020), mereka akan melakukan longmarch dari Bundaran UGM hingga gedung DPRD DIY. Sejak pagi hari pukul 09:00 WIB massa aksi berencana terus melakukan aksinya hingga Omnibus Law UU Cipta Kerja dibatalkan.
Dalam konsolidasi yang dilakukan sebelumnya, massa aksi yang akan turun ke jalan bersepakat untuk menggunakan seruan tagar #JogjaMemanggil. Mosi tidak percaya yang disampaikan di antaranya terkait turunkan Jokowi-Ma'ruf, Cabut UU Cipta Kerja, Bubarkan DPR dan Bangun Dewan Rakyat.
Menurut penjelasan dari akun Aliansi Rakyat Bergerak, aksi yang akan digelar esok hari bukan hanya untuk mengajukan tuntutan kepada perangkat negara. Melainkan untuk mendelegitimasi intervensi negara atas kehidupan masyarakat sipil.
Mereka menilai, jika pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin sudah berkali-kali menipu masyarakat dengan berbagai regulasi yang dikeluarkan. Begitu juga dengan DPR yang justru menjadi perpanjangan tangan dalam membantu permainan pemilik modal dan penyelenggara pemerintahan.
Berita Terkait
-
Jabatan Komisaris BUMN Disorot, Gaji Ade Armando 33 Kali Lipat UMR Jakarta
-
Kasus Video JK: Pelapor Ade Armando dan Abu Janda Kecewa Laporannya Dilempar ke Polda Metro
-
JK Diserang Isu Miring, Aliansi Ormas Islam: Mungkin Mau Dirusak
-
Buntut Potongan Video JK, Jubir Ormas Islam Sebut Ada Unsur Pidana dan Niat Jahat Ade Armando dkk
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Pestapora 2026 Hadirkan Ragam Keseruan, Ada Promo dan Hadiah dari BRI
-
Transaksi Rp270 Juta, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Kenali Sinyal Kulit dan Pemicunya, Tren Perawatan Kini Bergeser ke Skin Longevity
-
Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah
-
BRI Private Bawa Pengalaman Kesehatan Premium Lewat Layanan Medical Check Up