SuaraJakarta.id - Kasus penitipan bayi yang baru dilahirkan oleh seseorang misterius ke seorang nenek yang menggegerkan warga Kabupaten Tangerang akhirnya terungkap. Pelakunya dua remaja putra dan putri.
Kepala Dusun setempat, Mukhtasin mengatakan, kedua pelaku berinisial E dan F. Remaja itu menitipkan bayi perempuan yang baru dilahirkan E kepada nenek Isa.
Karena tak bisa mengurus sendirian, kata Mukhtasin, bayi malang itu langsung dititipkan nenek Isa kepada Rodiah.
"Dua orang remaja itu bukan warga sini. Yang perempuan itu warga Cisoka dan lakinya warga Jambe," ujarnya ditemui Jakarta.Suara.com di lokasi, Sabtu (10/10/2020).
"Isa yang dititipkan bayi merupakan saudara diantara dari dua remaja itu. Namun, setelah dititipkan mereka langsung pergi tanpa bilang apapun," sambungnya.
Namun, Mukhtasin menyebut, tidak lama kemudian E dan F tiba-tiba datang kembali. Mereka langsung ke rumah Rodiah guna menemui bayinya.
"Saat datang lagi baru saya tanyakan asal-usul mereka. Ternyata keduanya belum menikah. Pengakunanya mereka hanya sebatas teman saja," sebutnya.
Mukhtasin melanjutkan, dirinya bersama warga langsung melaporkan perisitiwa penitipan bayi tersebut ke Polsek Tigaraksa.
"Beberapa kali kami tanya dua remaja ini mengakunya belum menikah dan sebatas teman saja. Kami langsung laporkan ke Polsek untuk digali keterangan lebih lanjut," paparnya.
Baca Juga: WHO: Satu Bayi Lahir Meninggal Setiap 16 Detik
Kekinian, E bersama bayinya berada di Puskesmas Tigaraksa. Sementara, F saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh Polsek Tigaraksa.
Kapolsek Tigaraksa Kompol Sumaedi menuturkan, berdasarkan keterangan dari F bahwa hubungan dirinya dan E hanya sebatas teman.
"F ini adalah teman SMP dari saudara E, ibu dari bayi tersebut. F mengaku hanya mengantarkan temannya itu ke rumah saudaranya," ungkapnya.
Kepada petugas F mengaku bukan ayah dari bayi tersebut. Dia hanya diminta untuk mengantarkan E ke rumah saudaranya bersama bayi yang baru dilahirkan itu.
"Dari keterangan F temannya itu melahirkan jam 1 malam di rumahnya. Dia melahirkan di kamar mandi. Karena ketakutan sama orang tuanya, E minta kepada F untuk mengantarkan ke Tapos," sebutnya.
"F karena teman lama mau mengantarkan ibu dari bayi itu ke sana," paparnya.
Berita Terkait
-
Dari Sel Telur hingga Kelahiran, Cara Baru Mengukur Keberhasilan Program IVF
-
Siswi SMK di Bengkulu Terancam 7 Tahun Penjara karena Bunuh Anak Kandung
-
Tim UI Perkuat Kader Posyandu Sitanala, 66 Balita Jalani Pemeriksaan Multidisiplin
-
Modus Minta Salaman Berujung Kecupan, Kasatpol PP Tangerang Dilaporkan ke Polisi
-
Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Transaksi Rp270 Juta, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah
-
BRI Private Bawa Pengalaman Kesehatan Premium Lewat Layanan Medical Check Up
-
Mengabadikan Indonesia Lewat Lensa, BRI inFrame 2026 Angkat Cerita Ekonomi Kerakyatan
-
Gus Ipul Tempuh Jalur Hukum, Tiga Orang Disiapkan untuk Disomasi soal Muktamar NU