SuaraJakarta.id - Pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) oleh pemerintah dan DPR menjadi polemik di tengah masyarakat.
Sejumlah elemen seperti mahasiswa dan buruh pun sebelumnya turun ke jalan melakukan aksi tolak UU Cipta Kerja.
Namun ada juga yang memilih jalan lain dalam menyikapi UU Ciptaker. Salah satunya dengan membaca shalawat serempak.
Hal ini seperti yang dilakukan BEM Pesantren se-Indonesia.
BEM Pesantren se-Indonesia dengan seluruh anggota dan pengurusnya bakal membacakan Sholawat Asyghil 4444 kali dirumahnya masing-masing secara serempak.
Hal itu diniatkan agar UU Cipta Kerja ini bisa berubah kejalan yang baik dan memberikan kemaslahatan bagi rakyat Indonesia dan negeri ini juga bisa terbentengi dari orang zalim.
Presidium Nasional (Presnas) BEM Pesantren se-Indonesia, Busro Abadin mengatakan, agenda itu akan dilakukan serentak pada Sabtu (10/10/2020) malam.
"Setelah shalat maghrib dari kediaman masing-masing," katanya dikutip dari TIMES Indonesia—jaringan Suara.com.
"Mari teman-teman Mahasiswa Santri seluruh Indonesia menyikapi kontroversi Omnibus Law Cipta Kerja kita semua bersikap sesuai kultur kita. Semoga segera ada jalan keluar terbaik. Allah SWT pasti mengijabah doa kita semua," jelasnya.
Baca Juga: Kominfo Ungkap 12 Hoaks dan Fakta soal Omnibus Law Cipta Kerja
Menurutnya, jalan yang tepat saat ini dalam menyelesaikan UU Cipta Kerja ini yakni dengan melewati jalur konstitusional, yakni uji materi ke MK.
Ia menilai bahwa jalan ini adalah yang lebih baik.
"Kami meminta uji materi ke MK agar pembuat dan pelaksana undang-undang satu persepsi," ujar Presnas BEM Pesantren se-Indonesia ini terkait pro kontra UU Cipta Kerja.
Berikut bacaan Sholawat Asyghil:
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa asyghilizh zholimin bidz zholimin (2x)
Wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in
Berita Terkait
-
Petani Kena Imbas UU Ciptaker, Aliansi GEBRAK: Tentara Sekarang Ikut Tanam Jagung!
-
Sa'adatud Darain fi al-Shalah 'ala Sayyid al-Kaunain: Menyelami Samudra Cinta dengan Shalawat
-
Purbaya Kesal UU Cipta Kerja Untungkan Pengusaha Batu Bara Tapi Rugikan Negara
-
Kumpulan Doa Maulid Nabi, Amalkan Malam Ini Agar Hidup Penuh Berkah
-
Timwas Haji DPR Ingatkan Soal Transportasi Jemaah ke Armuzna, Cegah Masalah Tahun Lalu
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
5 Fakta Senggol Berujung Maut di Cengkareng, Pegawai Toko Roti Tewas Dibacok
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
-
Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?
-
Recap Gaya Lari Sudirman: 7 Tren Sepatu Paling Mencuri Perhatian Bulan Ini, Stylish & Nyaman
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut