SuaraJakarta.id - Calon Wali Kota Tangerang yang juga putri Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah, turut angkat bicara terkait polemik Omnibus Law Cipta Kerja.
Sebagai kader Partai Demokrat, Azizah mengatakan, dirinya turut sejalan dengan perwakilan partainya yang sempat walk out dalam Rapat Paripurna pengesahan UU Cipta Kerja di Gedung DPR RI, Senin (5/10/2020) lalu.
Menurutnya, keberadaan UU Cipta Kerja harus memperhatikan lebih banyak terhadap aspirasi masyarakat.
"Ada pasal-pasal yang khawatir merugikan masyarakat kelas bawah, terutama para buruh," kata Azizah saat pertemuan dengan awak media di posko bersama di Rawa Buntu, Serpong, Senin (12/10/2020).
Menurutnya, sebetulnya UU Cipta Kerja itu bukan ditolak secara keseluruhan. Melainkan, dapat disesuaikan dengan aspirasi masyarakat.
"Jadi nanti mungkin, penempatannya bahwa UU Cipta Kerja itu bukan dalam konteks di tolak secara keseluruhan. Tetapi tentu disesuaikan dengan aspirasi dari masyarakat. Sebagai kader Demokrat, tentu saya tegak lurus dari kebijakan Demokrat," ungkap Azizah yang menjabat Wasekjen DPP Partai Demokrat 2020-2025.
Diketahui, sejumlah elemen masyarakat, mulai dari buruh hingga mahasiswa, melakukan aksi tolak UU Cipta Kerja selama beberapa hari pada pekan lalu.
Aksi tersebut sempat berakhir ricuh di mana sejumlah massa merusak fasilitas umum. Seperti pembakaran Halte Transjakarta dan pos polisi di Jakarta.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Baca Juga: Usung Program Sejuta Kelor di Tangsel, Putri Wapres: Ini Bukan soal Magis
Berita Terkait
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
-
Kado Pahit Buat Buruh, Permenaker 7/2026 Langgengkan 'Perbudakan Modern' Alih Daya?
-
Dasco: Kamis Besok Dengar Pendapat Publik soal RUU PPRT
-
Siapa Ojol dan Pedagang Online yang Gugat Praktik Kuota Internet Hangus ke MK?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi