SuaraJakarta.id - Gaikindo atau Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia berkomitmen untuk terus menjalankan upaya pemulihan industri otomotif di bawah arahan pemerintah, termasuk rencana penyelenggaraan Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) di akhir 2020.
Namun, ditekankan bahwa Gaikindo tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat dalam setiap upayanya memulihkan industri otomotif Indonesia.
Kondisi pandemi COVID-19 yang belum stabil dan kondusif, khususnya bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, serta pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Total Jilid II yang kini menjadi PSBB Transisi di Jakarta telah memberikan dampak pada berkurangnya waktu persiapan GJAW, dan dirasa penyelenggaraannya di akhir November ini tidak akan berlangsung secara maksimal.
Atas dasar itu, Gaikindo mengambil keputusan untuk menunda penyelenggaraan GJAW. Gaikindo memindahkan waktu pelaksanaan menjadi 9 – 17 Januari 2021.
Baca Juga: GAIKINDO Belum Ambil Keputusan Terkait Kelanjutan Jakarta Auto Week 2020
"Menjadi tanggung jawab Gaikindo agar penyelenggaraan pameran ini dapat berlangsung baik, aman dan lancar. Pameran pada saat ini menjadi penting karena menandai titik kebangkitan industri otomotif Indonesia," papar Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo dalam keterangan tertulisnya.
Dengan waktu penyelenggaraan baru ini, Gaikindo siap memaksimalkan penyelenggaraan GJAW sebagai sebuah pameran yang bakal menciptakan potensi penjualan mobil secara masif, dan menjadi ajang memperkenalkan produk baru.
"Jika tidak ada aral melintang, Gaikindo Jakarta Auto Week akan jadi pameran otomotif pertama yang berlangsung setelah hampir semua event otomotif ditangguhkan pada 2020. Kami meyakini penyelenggaraanya akan menjadi momentum yang sangat baik dan sangat ditunggu baik dari para merek serta juga masyarakat yang pasti sudah sangat kangen dengan suasana pameran otomotif," ungkap Rizwan Alamsjah selaku ketua III sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran Gaikindo.
Rizwan melanjutkan bahwa penekanannya adalah jika kondisi pandemi COVID-19 sudah dapat diatasi dan kesehatan dan keamanan masyarakat terjamin, maka dipastikan GJAW akan dilangsungkan awal 2021 nanti.
Berlangsung selama sembilan hari, Gaikindo Jakarta Auto Week akan mengambil tempat di JCC, yang berada di area strategis Jakarta yang mudah dijangkau. GJAW juga akan diramaikan dengan berbagai program yang direncanakan untuk mendongkrak penjualan yang terjadi selama pameran.
Baca Juga: Menperin dan Gaikindo Minta Pajak Otomotif Dihapus, Menkeu: Masih Dikaji
Dan selama pameran tentu akan menjalankan protokol kesehatan COvID-19 yang telah ditentukan.
Berita Terkait
-
Poster IMX 2025 Resmi Meluncur, Representasikan Evolusi Industri Otomotif Indonesia
-
Pasar Saham Indonesia Terjun Hebat, Lebih Parah dari IHSG Era Pandemi COVID-19?
-
PPPK 2024: Penundaan Pengangkatan Picu Protes! Apa Dampaknya Bagi Pelamar?
-
Trump Sempat Telepon Presiden China Soal Asal-Usul COVID, Ini Kata Mantan Kepala CDC!
-
Nasib Nissan di Ujung Tanduk, Akui Sulit Bertahan di Industri Otomotif
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tak Ada Operasi Yustisi, Pemprov DKI Prediksi Jumlah Pendatang Baru Menurun Dibandingkan Tahun Lalu
-
Bakal Ada Dermaga Baru dari PIK, Wisatawan Kepulauan Seribu Diyakini Bakal Meroket
-
Penjualan Mainan Pasar Gembrong Merosot hingga 90 Persen, Pedagang Salahkan Pemerintah
-
Pemprov DKI Ingatkan Pendatang Baru Tak Bisa Langsung Dapat Bansos, Harus Tinggal 10 Tahun Dulu
-
Jakarta Tak Sepi Lebaran Ini, Bang Doel Ungkap Hikmah Tak Terduga