SuaraJakarta.id - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota membekuk tujuh pemuda yang melakukan aksi penyerangan terhadap warga, di Jalan Raya Brigjen Saptadji Hadiprawira, Kampung Cemplang Baru, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat pada Selasa (20/10/2020).
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan, pihaknya meringkus tujuh orang pelaku penyerangan terhadap warga yang sedang ronda, Kamis (22/10/2020).
"Kemarin sudah ditangkap oleh anggota kami yang viral menggunakan sajam (Senjata tajam), dan melakukan pengrusakan, serta penyerangan terhadap warga di Bogor Barat," kata Kombes Pol Hendri Fiuser saat konferensi pers di Mapolresta Bogor Kota, Jumat (23/10/2020).
Menurutnya, Satreskrim Polresta Bogor Kota baru berhasil mengamankan tujuh orang, sedangkan 20 orang lainnya masih dalam pengejaran polisi.
"Kita baru mengamankan tujuh orang, 20 orang lagi masih dalam pengembangan karena melarikan diri, kita sedang kembangkan oleh tim Reskrim Polres Bogor, Polresta Bogor Kota maupun Polsek Bogor Barat," jelasnya.
Dari penangkapan tersebut, pihaknya mengamankan barang bukti lima senjata tajam yang digunakan pelaku dalam aksi penyerangan terhadap warga di Bogor Barat itu.
"Barang bukti yang berhasil diamankan, tiga bilah golok panjang, dua bilah celurit, satu stik golf dan dua jaket yang dibawa pelaku pada aksi tersebut," imbuhnya.
Ia juga menjelaskan, ke tujuh orang yang diamankan ini masih dalam kategorikan usianya di bawah umur. Namun dari tujuh ada satu orang yang merupakan pelajar.
"Usianya memang di bawah umur, tapi mereka statusnya bukan pelajar untuk yang enam orang ini, dan satu orang ini masih pelajar," jelasnya lagi.
Baca Juga: Selain Samurai, Saling Serang di Kambang Iwak juga Bawa Pedang dan Celurit
Ia menyebutkan, tujuh orang yang diamankan itu yakni, RRY kelahiran 1991, warga Sempur, MF kelahiran 2001 warga Bogor Tengah, SG kelahiran 2002 warga Bogor Tengah, AP kelahiran 1997 warga Bogor Tengah, FR kelahiran 1998 warga Ciomas Kabupaten Bogor, GMI kelahiran 1999 status masih pelajar warga Bogor Tengah, dan RF kelahiran 1999 warga Pasir Kuda.
"Mereka kita amankan di Panaragan, Merdeka dan sekitar Kota Bogor, untuk 20 orang lainnya ini kita masih kembangkan, kemungkinan mereka masih ada di wilayah Bogor," ucapnya.
"Mereka melaksanakan aksi itu mulai pukul 01.00 WIB sampai 04.00 WIB, tergantung mereka niatnya gimana, ini masih kita kembangkan, mereka juga sebelum beraksi melakukan pesta miras dulu, tapi untuk narkoba nihil," pungkasnya.
Ia menambahkan, untuk pasal yang dilanggar atas perbuatan komplotan tujuh pelaku ini, polisi menjerat dengan Undang-Undang No.12 tahun 1951 tentang senjata tajam, dan pasal 170 KUHP tentang penyerangan. Diancam pidana kurang lebih 5 sampai 6 tahun penjara.
Sementara itu, motif segerombolan pemuda membawa senjata tajam menyerang warga sedang ronda di Kampung Cemplang Baru karena dendam antar kelompok.
"Mereka ini melakukan aksi karena ada dendam antar kelompok, dan punya kekuatan dengan sangat kuat," kata Hendri.
Berita Terkait
-
Petaka Ban Bocor di Cengkareng: Sopir Boks Ditebas Celurit Begal Bermodus Tanya Alamat
-
Dua Bandit Bercelurit Harus Mendekam dalam Jeruji Besi Usai Jambret Kalung Emas di Tambora
-
Celurit Gibran Copot saat Panen Tebu, Dimaknai Sinis Jabatan Segera Dicopot
-
10 Remaja Diciduk Polisi Usai Terlibat Tawuran di Jakarta Barat, 4 Celurit Disita Petugas
-
Bergerombol Bawa Celurit buat Tawuran, 4 Remaja di Cengkareng Dicokok Polisi
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Tips Merawat Sepatu Branded agar Tidak Cepat Rusak karena Genangan Air Hujan di Jakarta
-
Diet Catering Sehat Berbasis AI Kini Ramai di Jakarta, Benarkah Efektif Turunkan Berat Badan?
-
5 Sepatu Lari Lokal Carbon Plate yang Lagi Dicari Pelari, Harga Mulai Rp700 Ribuan
-
Swiss-Belresidences Kalibata Ajak Tamu Nikmati Kemudahan dan Benefit Eksklusif Lewat Mobile App
-
Solusi Logistik Tepat: Jasa Trucking Jakarta Surabaya di Lionel Express