SuaraJakarta.id - Politisi PDI Perjuangan Dewi Tanjung mentakan tak takut dengan ancaman Habib Rizieq Shihab. Dengan santai Dewi Tanjung malah menyebut Habib Rizieq lagi ngambek.
Habib Rizieq mau polisikan semua pihak yang menyebut dirinya over stay dan bermasalah di Arab Saudi.
Dewi Tanjung juga mengatakan Habib Rizieq tidak perlu gengsi jika dipulangkan oleh Pemerintah Arab Saudi karena overstay.
“Santai aja broo. Ente nggak usah ngancam-ngancam orang deh. Nggak ada yang takut sama ente paham itu,” tulis Dewi Tanjung di akun Twitter pribadinya.
“#RizikOverstay nggak usah gengsi deh kalau dideportasi oleh Pemerintahan Arab Saudi karena overstay. Masa karena ada yang bilang Rizieq overstay lalu harus ngambek,” sambung Dewi.
Sebelumnya, Habib Rizieq mau menuntut siapapun orang yang menyebut dirinya overstay di Arab Saudi.
Hal itu ia sampaikan melalui kanal YouTube Front TV.
Habib Rizieq bahkan tak segan-segan akan menyeret siapapun yang menyebut dirinya overstay ke ranah hukum, bahkan pejabat Indonesia sekalipun.
“Oleh karena itu, saya nyatakan, mulai saat ini, siapa pun, termasuk pejabat Indonesia baik dalam negeri maupun luar negeri, kalau ada yang mengatakan saya overstay, saya akan tuntut secara hukum,” kata Habib Rizieq Shihab.
Baca Juga: Ngancem-Ngancem, Dewi Tanjung Sebut Habib Rizieq Ngambek
Pernyataan Rizieq ini pun lantas ramai mendapat beragam tanggapan dari berbagai pihak, termasuk politisi PDIP, Dewi Tanjung.
Dewi Tanjung memang kerap melontarkan komentar pedas dan kontroversial. Bahkan, cuitannya terkait Habib Rizieq bukanlah komentar kontroversial pertamanya.
Sebelumnya, ia juga sempat menyentil ormas Islam FPI dan PA 212 yang melakukan aksi demo di kedubes Prancis, terkait pernyataan Macron.
Secara gamblang Dewi Tanjung menyindir keras FPI dan beberapa ormas Islam yang melakukan demonstrasi di kedubes Prancis, ia menyebut mereka tak punya nyali jika harus pergi perang langsung ke Prancis.
“Zulkarnaen, Maaher, PA 212, FPI, dan ustaz-ustaz kadrun hanya gede bicara. Mereka enggak berani dan enggak punya nyali pergi perang beneran ke Prancis. Kelompok penjual agama ini hanya jago kandang dan jago keroyokan,” tulis Dewi Tanjung melalui akun Twitter pribadinya, pada Senin 2 November 2020 lalu.
Ia menilai, demo waktu itu, tidak akan berpengaruh terhadap tuntutan dan keinginan demonstran terhadap Presiden Prancis.
Berita Terkait
-
Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
-
Alarm '98 Jilid 2'! Noel Peringatkan Prabowo: Ada Konsolidasi Besar Gulingkan Pemerintah di Juni
-
Sentil Prabowo Tentang Yaman, Habib Rizieq Singgung Jenderal Baliho
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BRIvolution Reignite Percepat Transformasi dan Perkokoh Kontribusi Danantara untuk Ekonomi Nasional
-
Rekomendasi Tempat Ngopi di Jakarta Selatan, Coffee Tower Selection Hadir di Manhattan Hotel Jakarta
-
Nikmati Weekday Brunch All You Can Eat Mulai Rp150.000 dengan City View di Manhattan Hotel Jakarta
-
KPP Apresiasi BRI, Jadi Bank Terbaik Penyalur KUR Perumahan
-
Transformasi Digital BRI Dongkrak Transaksi QRIS hingga Rp30,5 Triliun