Pebriansyah Ariefana | Chyntia Sami Bhayangkara
Rabu, 11 November 2020 | 09:07 WIB
Habib Rizieq Shihab (HRS) menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]

"Ada tambahan biaya, kita tambah biaya. Tetap kita minta tanggal itu untuk kita dapat kursi. Kita diam, kita tidak umumkan kalau punya tiket baru. Lancar semua," ujar Rizieq.

Kerumunan warga menunggu kedatangan Habib Rizieq Shihab, Selasa (10/11/2020). [ANTARA/Devi Nindy]

Namun ketegangan kembali terjadi. Pada pukul 11.00 waktu setempat, Rizieq telah meminta orang untuk melakukan check in pesawat. Proses tersebut selesai sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

"Tiba-tiba pukul 16.00 di bandara dapat panggilan saya punya putri yang satu tiketnya batal. Ini permainan gila-gilaan," papar Rizieq.

Rizieq mengaku bingung dengan pembatalan tiket secara mendadak tersebut. Terlebih alasan pembatalan tidak masuk akal.

"Kita konfirmasi bagaimana bisa batal?Alasannya ada ATM palsu lah, ada orang mengaku bahwa ATM-nya dipakai, duitnya dicuri dan sebagainya," jelas Rizieq.

Rizieq menilai ada pihak yang benar-benar berusaha keras membatalkan kepulangannya ke Indonesia.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tiba di markas Front Pembela Islam, Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Pasalnya, jika anak Rizieq tak bisa pulang maka Rizieq sebagai kafil (penjamin) tak diperbolehkan pergi.

Hal itu membuat pihak otoritas Arab Saudi keheranan. Menurut Rizieq, peristiwa yang dialaminya baru pertama kali terjadi di Arab Saudi.

"Alhamdulillah otoritas Saudi bantu kita. Mereka juga kaget, ada apa ini kok pembatalan bisa begini. Mereka enggak pernah alami ini semua," ungkap Rizieq.

Baca Juga: Habib Rizieq Pulang, Veronica Koman Ungkap Cerita Pasutri FPI Baik Hati

Setelah sejam melakukan negosiasi, akhirnya masalah bisa diatasi. Rizieq dan keluarga diperbolehkan masuk ke ruang tunggu pukul 18.00 waktu setempat dan naik pesawat pukul 19.00 waktu setempat.

"Akhirnya jam 17.00 semua bisa teratasi. Jam 18.00 kita bisa masuk ke ruang tunggu dan jam 19.00 kita sudah bisa berangkat. Alhamdulillah," tukasnya.

Load More