SuaraJakarta.id - Penjelasan Gubernur Jakarta Anies Baswedan soal ketersedian makam untuk jenazah Covid-19 dianggap tidak jelas oleh Fraksi PSI di DPRD Jakarta. Anies dianggap tak jujur saat menyampaikan keterangannya.
Saat membacakan pidato jawaban terkait Raperda Perubahan APBD 2020, Jumat (6/11/2020) lalu, Anies mengatakan lahan di TPU Rorotan masih dalam pematangan, sehingga belum dapat digunakan. Sementara, lahan TPU Pegadungan juga belum siap.
Sebab, TPU Pegadungan merupakan hasil ruislag atau lahan pengganti antara pengembang dan Pemprov DKI Jakarta tahun 1992.
Karena itu, Anies sampai menganggarkan dana Rp 254 miliar untuk membeli lahan pemakaman. Anies beralasan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih membutuhkan lahan untuk pemakaman terkait pandemi Covid-19.
Anggota fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Justin Untayana mengatakan penjelasan Anies itu tidak jelas dan terkesan berbohong. Sebab Pemprov sempat mengklaim sudah menyiapkan lahan sejak bulan Maret lalu.
“Menurut kami, Pak Anies tidak jelas atau mungkin kurang jujur dalam persoalan lahan pemakaman ini. 2 bulan lalu bilang bahwa sudah menyiapkan lahan sejak Maret. Tapi sekarang bilang lahan-lahan yang dimiliki belum siap. Mana yang benar?” ujar Justin, Rabu (11/11/2020)
Justin mengaku sudah mengunjungi lokasi TPU Rorotan dan TPU Pegadungan. Lahan TPU Rorotan memiliki luas sekitar 25 hektar, sudah dibeli sejak 4-6 tahun yang lalu, namun masih berupa sawah garapan yang ditanami padi.
Sementara itu, luas TPU Pegadungan sekitar 60 hektar, namun masih berupa empang untuk memelihara ikan. Melihat dua kondisi TPU itu, Justin menilai Pemprov tidak siap mengubah lahan itu jadi TPU karena kelalaian merawat aset dan lebih suka membeli lahan baru.
“Sepertinya Dinas Pertamanan lebih suka membelanjakan uang rakyat membeli tanah-tanah baru dibanding mengelola dan menggunakan aset-aset tanah yang sudah dimiliki. Jadi ini murni kesalahan Pemprov DKI dan tidak bisa dibiarkan,” jelasnya.
Baca Juga: Habib Rizieq Baru Pulang Hari Ini, Anies Mau Ketemu Besok Subuh, Bahas Apa?
Karena itu, ia menyatakan PSI menolak anggaran pengadaan lahan makam ini. Dia mendesak agar Anies menindak kesalahan tersebut, lalu memperbaiki dan mengoptimalkan pengelolaan aset lahan pemakaman yang telah dibeli.
Jika tak mau, ia curiga ada oknum yang ingin bermain dengan anggaran Rp 254 miliar itu. Bahkan, Anies diduga berusaha menutup-nutupi kelalaiannya mengelola aset tersebut.
“Jangan-jangan, ada oknum yang sengaja menelantarkan lahan-lahan yang telah dibeli, sehingga punya alasan untuk terus-menerus mengeluarkan anggaran pengadaan lahan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Beli Rusun tapi Tak Kunjung Dibangun? DPRD DKI Godok Skema Uang Kembali
-
Menggiurkan di Awal, Beban di Akhir, Rencana Obligasi Jakarta Harus Ditinjau Ulang
-
Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau
-
Kemarau Ekstrem Intai Jakarta, DPRD DKI Dorong Desalinasi Air Laut Jadi Air Bersih
-
DPRD DKI Usul LRT Gandeng Pasaraya Manggarai untuk Kantong Parkir
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Jelajahi Blok M Hub Bareng BRIZZI ARKIV, Ada Kuliner, Seni, dan Hadiah Menarik
-
Akses Suporter Terpisah, Pemkab Kediri Bangun Jalan Menuju Stadion GDJ
-
Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga
-
RUU Profesi Kurator Resmi Masuk Pembahasan, DPR Ajak PERKAPI Rombak Aturan Kepailitan
-
2 Susu Kambing Etawa Populer, Mana yang Lebih Cocok untukmu?