Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana | Muhammad Yasir
Kamis, 03 Desember 2020 | 07:10 WIB
Kedatangan sejumlah penyidik Polda Metro Jaya ke kediaman Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2020) untuk melayangkan surat panggilan tak berjalan mulus. (Suara.com/Bagaskara)

SuaraJakarta.id - Kericuhan sempat terjadi di Petamburan, Rabu (2/12/2020) ketika polisi melayangkan surat panggilan kedua kepada Habib Rizieq Shihab dan menantunya terkait kasus kerumunan pernikahan putrinya beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan bahwa penyidik telah memberikan surat panggilan pemeriksaan kedua kepada Rizieq Shihab. Surat tersebut diterima perwakilan keluarga Habib Rizieq, setelah sebelumnya sempat terjadi penolakan.

"Sudah diterima ustaz Eko," kata Yusri saat dihubungi, Rabu (2/12/2020).

Berikut 4 fakta kericuhan di Petamburan:

Baca Juga: Reaktif Covid-19, Eks Kepala KUA Tanah Abang Batal Diperiksa Penyidik Polda

1. Laskar FPI menghalang-halangi

Sejumlah penyidik Polda Metro Jaya menyambangi rumah pemimpin FPI, Habib Rizieq Shihab di Petamburan III, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2020) untuk menyampaikan surat pemanggilan kedua. [Suara.com/Bagaskara]

Menurut Yusri, simpatisan Rizieq awalnya sempat menghalang-halangi penyidik ketika hendak memberikan surat panggilan. Namun, setelah dilakukan upaya dialogis akhirnya mereka mempersilakan penyidik untuk bertemu perwakilan keluarga Rizieq.

"Dengan tegas kami menyampaikan kepada mereka kita sebagai petugas kepolisian memunyai tugas, punya dasar hukum, semua kalau memang menghalangi kita (tindak tegas). Akhirnya mereka menyadari dan menerima," ujar Yusri.

Yusri mengklaim tak ada kericuhan dalam peristiwa tersebut. Kekinian, penyidik juga telah kembali usai menyerahkan surat panggilan tersebut.

"Sudah, sudah kembali cuma antar (surat panggilan) aja," katanya.

Baca Juga: Wadirkrimum Polda Turun Tangan, Rizieq Bakal Dijemput Paksa dari Rumah?

2. Laskar FPI usir polisi

Saat terjadi kericuhan, massa diduga pendukung Habib Rizieq sempat mengusir dan melayangkan kata-kata kasar ke polisi. Sejumlah awak media yang meliput bahkan mendapat intimidasi.

Awalnya, perwakilan Laskar FPI meminta polisi meninggalkan lokasi sementara waktu sambil menunggu konfirmasi dari pihak pengacara. Situasi di lokasi massa terus menyemut. 

Massa memberikan umpatan dan sindiran terkait kedatangan aparat. Tak lama, aparat memilih meninggalkan lokasi. 

3. Banyak kata-kata kasar

Kedatangan polisi di rumah Habib Rizieq Shihab disambut barikade warga bersama sejumlah anggota laskar FPI, Rabu (2/12/2020). (Suara.com/Bagaskara)

Tapi, warga dan sejumlah orang tak dikenal diduga laskar tetap melemparkan kata-kata kasar kepada aparat. Mereka juga mengintimidasi wartawan yang meliput. 

"Polisi bangs*t balik kanan sana lu, wartawan udah, matiin kamera jangan meliput," kata sejumlah massa di lokasi. 

4. Wartawan diintimidasi

Situasi makin memanas, massa yang meneriaki polisi dan melarang wartawan terus mengikuti hingga Jalan Raya KS Tubun. Wartawan tetap pada tugasnya coba mengorek apa yang terjadi kepada aparat.

Namun, tiba-tiba massa sempat berselisih dengan sejumlah wartawan. Massa kemudian mengejar-ngejar wartawan.  Tercatat wartawan yang mendapat intimidasi yakni wartawan media Okezone.com, CNN Indonesia.com, dan Kontributor TV One.

Sejumlah wartawan lari kocar-kacir. Sejumlah kendaraan awak media masih tertahan di Petamburan.

Load More