SuaraJakarta.id - Penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dalam ibadah Misa Natal 2020 juga dilakukan di Gereja Katolik Santo Laurensius, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.
Sebelum memulai ibadah, para petugas Misa Natal itu diwajibkan melakukan tes rapid. Totalnya, ada sekira 50 petugas menjalani tes cepat imun tubuh itu. Hasilnya, semua non-reaktif Corona.
Selain tes Covid-19, pihak Gereja Santo Laurensius juga menyiapkan tenda khusus untuk mengamankan jemaat yang suhu tubuhnya berada di atas 37,3 derajat celcius.
Sementara untuk tempat ibadah, Gereja Santo Laurensius pun menjamin turut menyemprotkan cairan disinfektan untuk menjamin area ibadah steril untuk digunakan.
Sementara jumlah jemaat yang beribadah Misa Natal pun dibatasi. Hanya 350 jemaat termasuk petugas yang boleh beribadah secara langsung di gereja setiap sesinya.
Jumlah itu terbilang sedikit apabila mengingat kapasitas Gereja Santo Laurensius yang cukup besar. Bangunan megah itu punya daya tampung hingga 2.000 jemaat.
Bahkan sebelum pandemi melanda, jemaat yang hadir bisa lebih banyak lagi, yakni 4.000 hingga 7.000 orang hingga memenuhi area halaman gereja.
Untuk tahun ini, para jemaat yang datang pun hanya mereka yang sudah terdaftar dalam website Gereja Santo Laurensius dan memiliki barcode khusus.
Baca Juga: Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan di Perayaan Natal Tahun Ini
"Semua jemaat yang ibadah Misa Natal di gereja harus daftar harus pakai barcode. Usianya pun dibatasi, hanya usia 18-59 tahun, kondisi sehat, tidak sakit. Untuk ibu hamil, tidak diperkenankan," kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 Gereja Santo Laurensius, Fransiskus Hartapa, saat ditemui Suara.com, Kamis (24/12/2020).
Pihaknya pun menyiapkan sekira 42 tempat cuci tangan dan di tempatkan di setiap sudut gereja. Sementara kursi para jemaat pun diatur dan ditandai dengan tali agar hanya diduduki satu jemaat setiap kursinya.
Bahkan, baik ruang gereja dan aula yang dipakai sebagai tempat ibadah Misa Natal pun tak menggunakan pendingin udara atau air conditioner (AC). Itu dilakukan, untuk mengurangi resiko penyebaran infeksi virus Corona.
"Pintu dan jendela semua terbuka. Sempat ada yang protes, tetapi kita semua harus mengerti kondisi saat ini. Demi keselamatan semua, AC dimatikan," ungkap Frans.
Frans menuturkan, Misa Natal ini merupakan kali pertama pihaknya bisa melaksanakan ibadah secara langsung di gereja sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Dirinya pun turut bersyukur bercampur sedih dengan kondisi yang ada.
"Kalau melihat pendapat jemaat itu ada yang sampai menangis terharu ada 7 bulan yang nggak bisa ikut Misa, tapi sekarang bisa. Saya pertama kali ikut aja sudah sangat, sangat.. ya pasti emosional kita berkecamuk," tuturnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Jarang Diketahui! Cara Hemat Naik LRT & MRT Jakarta, Bisa Irit Ratusan Ribu Sebulan
-
Akhir Pekan Tanpa Sinyal! Review Digital Detox di Kepulauan Seribu, Tanpa HP Tapi Bikin Ketagihan
-
Berani Jebol Garis Polisi, Aktivis Geruduk Mabes Polri Desak Tangkap Bos Tambang Ilegal di Bolmong
-
April Paling Ajib di NOYA, Saat Musik Global Menyatu dengan Gaya Hidup Urban Jakarta
-
Siswa Terima MBG Fresh 5 Hari, Sementara 3B dan Daerah 3T Dapat Menu Kering