SuaraJakarta.id - Jumlah pasien Covid-19 sembuh di Jakarta terus bertambah. Hari ini, Senin (18/1/2021), ada 2.804 orang yang sembuh dari virus Corona.
Total akumulasi pasien Covid-19 sembuh di Jakarta naik dari 201.907 menjadi 204.711 orang.
Berdasarkan data dari laman corona.jakarta.go.id, Senin, dengan pertambahan pasien sembuh sebanyak 2.804 orang tersebut, total pasien sembuh jadi sekitar 89,1 persen dari jumlah total kasus positif Covid-19 saat ini sebanyak 229.726 kasus.
Jumlah total kasus Covid-19 di Jakarta pada Senin ini sebanyak 229.726 kasus, setelah adanya pertambahan sebanyak 2.361 kasus.
Pertambahan sebanyak 2.361 kasus itu, merupakan hasil dari pemeriksaan usap pada sehari sebelumnya Minggu (17/1/2021) yakni terhadap 11.791 spesimen dengan hasil 2.361 positif dan 7.651 negatif.
Selama sepekan, penambahan kasus positif harian sebanyak 2.361 kasus ini, paling rendah dibanding penambahan pada Minggu (17/1) sebanyak 3.395 kasus, Jumat (15/1) 2.541 kasus, Kamis (14/1) 3.165 kasus, Selasa (12/1) 2.669 kasus, Senin (11/1) 2.461 kasus, termasuk penambahan pada Rabu (13/1) 3.476 kasus dan pada Sabtu (16/1) 3.536 orang.
"Pertambahan kasus pada Sabtu (16/1) sebanyak 3.536 orang itu merupakan tertinggi selama pandemi," tulis laporan itu.
Pertambahan kasus sebanyak 3.536 kasus pada hari Sabtu (16/1) itu, juga merupakan yang paling tinggi dalam kategori temuan kasus hasil tes harian dengan rincian pertambahan itu merupakan hasil dari pemeriksaan usap (swab test PCR) pada Jumat (15/1) sebanyak 3.232 kasus dan 304 kasus lainnya berasal dari satu RS Swasta dan satu laboratorium swasta tiga hari sebelumnya yang baru dilaporkan.
Sementara itu, di dalam jumlah total kasus positif sebanyak 229.726 kasus Senin ini, sebanyak 21.200 orang masih dirawat/diisolasi, 3.815 orang meninggal dunia atau 1,7 persen dari total kasus positif.
Baca Juga: Total 736 Ribu Lebih Pasien Covid-19 di Indonesia Dinyatakan Sembuh
Dari jumlah tes, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau positivity rate Covid-19 selama sepekan terakhir di Jakarta masih di angka 17,9 persen.
Angka ini sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan sebesar lima persen untuk kategori aman.
Terakhir, persentase kasus positif Covid-19 di Jakarta secara total sejak awal pandemi Maret 2020 sebesar 9,6 persen.
Berita Terkait
-
Kasus Kembali Meledak di Jakarta, Pramono Anung: COVID-19 Urusan Menkes!
-
Terjadi 271 Kasus Positif Covid-19 Dalam Sepekan, Dua Pasien Meninggal Dunia di Bulan Desember
-
Gegara Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Pj Gubernur Heru Kembali Perketat Izin Konser
-
Saat Negara Lain Masih Kelimpungan, Indonesia Justru Alami Penurunan Jumlah Kasus Aktif Covid-19
-
Update Covid-19 Indonesia Per 13 Agustus 2022, Kasus Positif Tambah 5.104 Kasus
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
BRIvolution Reignite Percepat Transformasi dan Perkokoh Kontribusi Danantara untuk Ekonomi Nasional
-
Rekomendasi Tempat Ngopi di Jakarta Selatan, Coffee Tower Selection Hadir di Manhattan Hotel Jakarta
-
Nikmati Weekday Brunch All You Can Eat Mulai Rp150.000 dengan City View di Manhattan Hotel Jakarta
-
KPP Apresiasi BRI, Jadi Bank Terbaik Penyalur KUR Perumahan
-
Transformasi Digital BRI Dongkrak Transaksi QRIS hingga Rp30,5 Triliun