SuaraJakarta.id - Guru SMAN 37 Jakarta dilaporkan karena suruh siswanya belajar kelompok saat COVID-19 menyentuh 1 juta kasus. Laporan itu disampaikan kakak si murid, lalu dibalas oleh Twitter @DKIJakarta, Rabu (27/1/2020).
Twitter @DKIJakarta minta netizen berakun @Khvfl_ menulis laporannya.
"Wadu ada ada ajaa ini guru SMAN 37 Jakarta, adek saya disuruh kerja kelompok di covid yang lagi nyentuh 1 juta, pinter sekali guru satu ini, padahal guru loh... Nyari masalah banget.., minta banget dilaporin halo
@Itjen_Kemdikbud @DKIJakarta @nadiemmakarim," @Khvfl_.
Lalu admin @DKIJakarta minta @Khvfl_ lengkapi data via DM atau direct message dengan menuliskan nama siswa, nama sekolah, alamat sekolah, bukti laporan dan deskripsi permasalahan.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengumumkan total pasien Covid-19 di Indonesia telah menebus angka satu juta kasus. Hal ini disampaikannya pada siaran langsung melalui akun youtube Sekretaris Presiden pada Selasa, (26/01/2021).
Budi mengatakan, menyentuhnya satu juta kasus di Indonesia, terdapat dua momen penting yang disadari oleh seluruh masyarakat. Pertama, yaitu momen berduka. Hal ini karena kasus Covid-19 di Indonesia telah banyak memakan korban baik masyarakat dan tenaga kesehatan yang bertugas.
“Ada banyak saudara-saudara kita yang sudah wafat, ada lebih dari 600 tenaga kesehatan yang juga sudah gugur dalam menghadapi pandemi ini, dan mungkin sebagian dari keluarga dan teman dekat, “ ucap Budi, Selasa (26/01/2021).
Momen kedua, ia mengatakan, masyarakat dan pemerintah harus sadar dan bekerja keras untuk terus mengurangi laju penularan Covid-19.
Angka satu juta mengharuskan rakyat dan pemerintah harus bekerja keras lagi dalam melakukan beberapa hal agar fasilitas kesehatan tidak memiliki beban terlalu berat. Seperti yang kita ketahui, akhir-akhir ini beberapa rumah sakit penuh sehingga tidak bisa menampung pasien Covid-19.
Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap Awal Diakui Pemerintah Ada Masalah
Selain itu dengan menekan penularan virus, pemerintah memiliki waktu yang lebih banyak untuk merespons virus yang ada. Penekanan Covid-19 ini diharapkan secara bertahap mengurangi virus sampai suatu saat dapat hilang.
Budi Menekankan, dalam hal penekanan ini terdapat dua hal yang harus dilakukan. Pertama, masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan baik memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan rutin.
Kedua, pemerintah juga harus aktif dalam melakukan tracing (pelacakan), testing (pengecekan), dan isolasi mandiri untuk masyarakat.
Ia berharap, hal ini dapat dilakukan secara bersama agar Covid-19 dapat diatasi dengan baik. Menurutnya juga pemerintah tidak bisa jika jalan sendiri. Oleh karena itu, pemerintah butuh bantuan masyarakat untuk mengatasi hal ini secara bersama-sama.
“Ini tidak bisa dilakukan seorang diri, oleh pemerintah tanpa bersama-sama rakyat, seluruh komponen Bangsa membangun disiplin ini, “ tuturnya.
Berita Terkait
-
Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Transaksi Rp270 Juta, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah
-
BRI Private Bawa Pengalaman Kesehatan Premium Lewat Layanan Medical Check Up
-
Mengabadikan Indonesia Lewat Lensa, BRI inFrame 2026 Angkat Cerita Ekonomi Kerakyatan
-
Gus Ipul Tempuh Jalur Hukum, Tiga Orang Disiapkan untuk Disomasi soal Muktamar NU