Rizki Nurmansyah
Selasa, 02 Februari 2021 | 06:45 WIB
Abdul Munab (45), marbot Musala Al-Muttaqin yang berada di lingkungan Pemkot Tangerang, menunjukkan lokasi pencurian tasnya yang viral di media sosial, Senin (1/2/2021). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]

SuaraJakarta.id - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria melakukan aksi pencurian tas di Musala Al-Muttaqin yang berada di lingkungan Pemerintah Kota atau Pemkot Tangerang, viral di media sosial.

Peristiwa pencurian itu terjadi pada Senin (1/2/2021) pukul 06.50 WIB. 

Kejadian bermula saat korban Abdul Munab (45) yang berprofesi sebagai marbot Musala Al-Muttaqin,  sedang pegi ke kamar mandi.

Ia mengatakan dalam kejadian itu, pintu itu terbuka sehingga pelaku dengan mudah masuk.

"Saya di kamar mandi lima menit, (jadi) pintu itu terbuka, dia (pelaku) tenang aja masuk," ujar Abdul saat ditemui di lokasi.

Abdul mengaku baru sadar jika tasnya hilang setelah satu jam kemudian. Ketika dirinya hendak beraktivitas di kawasan tersebut.

"Pas saya ingin beraktivitas, Astagfhirullah tasnya saya enggak ada. Pas lihat ke meja, handphone (juga) enggak ada," tuturnya.

Laporan Ditolak

Setelah kejadian itu, Abdul langsung membuat laporan ke polisi. Namun laporan itu ditolak, karena kurangnya berkas yang ia miliki.

Baca Juga: Niat Kunjungi Rumah Sahabat Pakai Mobil Mewah, Pria Ini Malah Tuai Cibiran

"Iya ditolak. Jadi saya sudah ke Polsek Benteng, ditolak. Karena bilangnya salah karena BPKB dulu yang diurusin bukan kehilangan tas," ucap pria asal Tasikmalaya.

"Kedua ke Polres, di sana juga sama (ditolak). 'Mana yang mau dilaporkan, kehilangan apa? Mana berkasnya?'. Lau saya bilang, 'Enggak ada pak hilang, semuannya raib. Bahkan KTP juga enggak ada. Kita (kan) enggak punya berkas," sambungnya.

Komunikasi dengan Teman dan Istri

Abdul menambahkan, pelaku sempat berkomunikasi sekitar pukul 11.26 WIB dengan temannya dan mengajak untuk bertemu di Neglasari, Kota Tangerang.

"Jam 11.26 dia WhatsApp ke teman saya pakai HP saya. Isinya, saya tunggu di pintu air 10. Saya kan enggak tahu, temen saya enggak bilangin ke saya bahwa si pelaku nunggu di sana," ujar Abdul.

Abdul juga mengatakan bahwa istrinya yang berada di Tasikmalaya, Jawa Barat sempat telepon ke HP-nya pukul sekitar 12.00 WIB.

Load More