SuaraJakarta.id - Sebanyak 1.955 tenaga kesehatan di wilayah Jakarta Timur telah menerima vaksin COVID-19 dosis kedua. Namun, masih banyak juga nakes yang belum divaksin karena beberapa alasan, salah satunya takut jarum suntik.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan seperti dilaporkan Antara, mengatajakan, ada sebanyak 9.789 nakes yang belum disuntik vaksin Sinovac.
"Tenaga kesehatan yang sudah divaksin dosis dua ada 1.955 orang. Sedangkan yang belum divaksin dosis dua sebanyak 9.789 orang," katanya di Jakarta, Selasa (2/2/2021).
Jumlah tersebut merupakan akumulasi peserta sejak vaksinasi COVID-19 dosis satu digelar pada Rabu (13/1). Interval pemberian vaksin dosis satu ke dosis dua berjarak 14 hari sejak penyuntikan pertama berlangsung.
Indra mengatakan peserta vaksinasi dosis kedua adalah tenaga kesehatan yang telah menerima vaksin dosis satu yang dilaporkan sebanyak 11.744 peserta.
Sementara jumlah tenaga medis yang belum menerima vaksin dosis satu hingga saat ini berjumlah 12.244 orang.
Sudin Kesehatan Jakarta Timur telah memperoleh pasokan sebanyak 49.424 vial vaksin COVID-19 hingga 31 Januari 2021.
Seluruh vaksin tersebut telah didistribusikan menuju 113 fasilitas kesehatan seperti klinik, Puskesmas dan rumah sakit di sepuluh wilayah kecamatan Jakarta Timur untuk kegiatan vaksinasi COVID-19 gelombang pertama bagi tenaga medis.
Secara terpisah, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah mengatakan mayoritas perawat yang belum terdata menerima vaksinasi COVID-19 dosis satu. Salah satunya karena faktor tekanan darah.
Baca Juga: Wapres Maruf Sebut Berdosa jika Ada yang Menolak Disuntik Vaksin Covid-19
"Kalau pengalaman kita pada saat vaksinasi tahap pertama, banyak tenaga kesehatan yang gagal karena tekanan darahnya di atas normal. Itu terjadi bisa karena ketakutan atau kecemasan dan lain sebagainya," katanya.
Menurut Harif, program vaksinasi COVID-19 terhadap 11 persen tenaga kesehatan di Indonesia terpaksa ditunda karena persoalan tekanan darah.
"Petugas kesehatan banyak yang ditunda proses vaksinasi karena tekanan darahnya malah naik di atas normal. Itu yang saya tahu berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan," katanya.
Tensi darah normal merupakan salah satu persyaratan untuk ikut serta dalam vaksinasi COVID-19 sebab berpengaruh pada reaksi vaksin di dalam tubuh. (Antara)
Berita Terkait
-
Nama Crazy Rich PIK Helena Lim Terseret Kasus Korupsi, Dulu Sempat Heboh Diduga Palsukan Dokumen Vaksinasi Covid-19
-
Vaksinasi COVID-19 Tetap Gratis Untuk Kelompok Rentan
-
Peranan Penting Komunikasi Risiko & Kerja Kolaboratif untuk Capaian 2 Tahun Vaksinasi Inklusif COVID-19 di Indonesia
-
Komitmen Tangani Covid-19, AMNT Raih Penghargaan PPKM Award 2023
-
Vaksinasi Booster untuk Anak 6-11 Tahun akan Dimulai Triwulan Kedua
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Perkuat Tata Kelola, Akses Layanan UMKM di Jakarta Kian Diperluas
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD