"Biasanya ada hiasan bunga di altar, sekarang enggak ada, sederhana aja. Semua pada ngerti lah, keadaan memang lagi begini," tuturnya.
Menurutnya, sejak pandemi Covid-19 mewabah, vihara tersebut mulai sepi didatangi umat beribadah, termasuk menjelang Imlek nanti.
Lilin Merah
Meski perayaan Hari Raya Imlek tahun ini ada pembatasan jumlah umat yang sembahyang dan hanya dihelat sederhana, tetapi lilin merah yang menjadi khas vihara tetap ramai peminat.
Terkini, sudah puluhan lilin beragam ukuran dipesan oleh para umat yang akan melaksanakan ibadah di vihara tersebut.
Harga lilin merah itu pun bervariasi, tergantung dari ukuran. Mulai dari Rp 2 juta satu pasang untuk ukuran 20 KT, hingga yang ukuran lilin 1.000 KT seharga satu unit sepeda motor seharga Rp 16 juta untuk satu pasang lilin raksasa itu.
"Kalau untuk lilin tetap stabil, saat ini udah ada puluhan yang dipesan dari yang ukuran kecil sampai yang paling besar 1.000 KT ini sudah banyak yang pesan," paparnya.
Di tengah kesederhanaan itu, kue keranjang atau kue China akan tetap menghiasi perayaan Imlek.
Terkini, ukuran kue keranjang yang sudah tersedia seberat 15 kilogram dan ada sembilan susun dodol.
Baca Juga: Ibadah Imlek Tahun Kerbau Logam Tetap Berjalan di Kelenteng Guang De Mio
Nantinya, kue keranjang itu bakal dibagikan kepada warga yang berada di sekitar vihara yang dekat dengan makam Pahlawan Seribu di Serpong.
Diketahui, Vihara Boen Hay Bio merupakan salah satu vihara atau klenteng tertua di Tangsel, didirikan pada tahun 1694.
Vihara tersebut menjadi tertua ketiga di wilayah Tangerang Raya, setelah Vihara Boen Tek Bio di Pasar Lama dan Vihara Boen San Bio Kota Tangerang.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih
-
Komisi III DPR: Penangkapan Kasat Resnarkoba Tangsel Bukti Polri Tak Pandang Bulu Tegakkan Hukum
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate
-
Terancam Dipecat, Polri Impunitas Bagi Kasat Narkoba Tangsel yang Terjerat Kasus Sabu
-
Kasat Narkoba Polres Tangsel Diduga Pakai Etomidate, Bareskrim Serahkan ke Paminal
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menakar Masa Depan Drone untuk Kebutuhan Industri Indonesia
-
Ardi Dwinanta Setiadharma Pimpin JAPNAS Jakarta, Usung Empat Pilar Buka Akses Pasar dan Permodalan
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJ Edukasi Siswa SD tentang Cerdas Bermedia di Era Digital
-
Jakarta dan Bandung Siap Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026