Bangunan Masjid Jami Angke zaman dahulu. [Dok. Masjid Jami Tambora]
Saat momen Imlek itu tiba, tak jarang warga asli Angke membantu mengatur parkiran mobil. Serta menyediakan jasa ojek paying kala hujan tiba.
Namun di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, Abryan tak dapat membayangkan begitu sepinya perayaan Imlek tetangganya di sekitar Masjid Jami Angke.
"Mungkin nanti jarang ada yang membantu parkirkan mobil atau ojek payung, tapi kita nantikan saja," ujar dia.
Tag
Berita Terkait
-
Membaca Pachinko: Metafora Keberuntungan dan Luka Sejarah yang Abadi
-
Bangkit dari Cedera, Denzel Dumfries Tegaskan Loyalitas bersama Inter Milan
-
Polemik Paspor Selesai, Tim Geypens Sudah Bisa Gabung FC Emmen Lagi
-
Menggugah Nurani Lewat Sejarah Baitul Maqdis
-
Membaca Mei Merah 1998: Suara Arwah yang Menuntut Ingatan Sejarah
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Tiga Tuntutan Besar LTJ: Dari Desakan Keluar BOP Hingga Reformasi Total Pendidikan
-
Cek Fakta: Heboh Donasi Fantastis ke Iran dari Warga RI, Benarkah atau Hoaks?
-
Review Jujur Sepatu Lari Murah di Decathlon, Layakkah Dipakai Lari 5 Km Setiap Pagi di 2026?