Guna menghindari makanan tersebut dari naga dalam sungai tersebut, maka warga membungkusnya dengan daun-daunan yang kini dikenal sebagai bakcang.
Para nelayan yang mencari-cari jenazah sang menteri dengan berperahu akhirnya menjadi cikal bakal dari perlombaan perahu naga setiap tahunnya.
Modifikasi Budaya
Sementara itu, Surya mengungkapkan, seiring dengan pesatnya perkembangan zaman, kebudayaan Peh Cun sudah banyak dimodifikasi.
Mulanya Peh Cun merupakan persembahan untuk desa. Namun sekarang sudah banyak perkembangan yang membuat perayaan Peh Cun menjadi berbeda-beda.
"Kita biasanya sembahyang, kalau di sana seperti barongsai, tergantung tradisi masing-masing. Kalau Tangerang misalnya upacara," tuturnya.
Surya menambahkan setiap perahu naga biasanya diisi belasan orang. Namun jumlah itu akan berbeba-beda tergantung wilayah masing-masing.
"Tergantung dari panitianya, tapi biasanya 15 orang," ujarnya.
Surya mengungkapkan jika tahun ini Festival Peh Cun di Kota Tangerang kemungkinan besar ditiadakan karena pandemi Covid-19.
Baca Juga: Imlek, Pengunjung Ancol Dihibur Barongsai Bawah Air, Menceritakan Yin Yang
"Untuk tahun ini kemungkinan Peh Cun ditunda, karena Covid-19," pungkasnya.
Kontributor : Muhammad Jehan Nurhakim
Berita Terkait
-
KPA Tangerang Temukan 203 Kasus HIV hingga April 2026, Layanan Deteksi Diperluas
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
DKI Kembangkan Pusat Olah Organik Ciangir untuk Perkuat Ketahanan Pangan, Seberapa Efektif?
-
Wanita di Tangerang Diperkosa dan Dibunuh, Jasad Pertama Kali Ditemukan Sang Pacar
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Upacara Kemerdekaan di Tapal Batas, Serasan Jadi Pintu Ekonomi Indonesia
-
Tak Perlu Pusing Budget, Ini Solusi Paket Rapat di Jakarta Pusat yang Bisa Sesuaikan Anggaran
-
Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan
-
Semarak Kemerdekaan: Perpaduan Kuliner dan Mahjong Ramaikan Pesisir Jakarta