SuaraJakarta.id - Sebanyak 20,8 persen warga memilih tetap mudik meski ada larangan mudik dari pemerintah pusat. Persentase itu setara 36 juta penduduk.
Persentase itu berdasarkan hasil survei soal mudik Lebaran 2021 yang dilakukan lembaga survei Indikator politik.
Sebanyak 1.200 responden diberikan pertanyaan: Untuk libur lebaran tahun ini, seberapa besar kemungkinan Ibu/Bapak untuk mudik (pulang kampung), berkunjung ke rumah sanak saudara atau pergi ke tempat wisata?
Hasilnya sebanyak 20,8 persen responden memilih akan tetap mudik.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi menyebutkan, angkat tersebut bukan jumlah yang kecil.
Karena kalau dilihat dari total pemilih yang dimiliki Indikator, persentase itu setara dengan 36 juta penduduk.
"Jadi ini bukan angka yang main-main meskipun kita belum tahu mudiknya itu antar provinsi atau antara kota atau mudik kecil tapi 20,8 persen bukan angka yang kecil," kata Burhanuddin dalam paparannya secara daring, Selasa (4/5/2021).
Sementara itu, sebanyak 38,6 persen responden memilih kecil kemungkinan untuk mudik pada tahun ini.
Lalu, sebanyak 34,2 persen memilih kemungkinan sangat kecil dan 6,5 persen memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
Baca Juga: Pro Kontra Ceramah Ustaz Yusuf Mansur: Nggak Mudik Dapat Lailatul Qadar
Survei tersebut dilakukan dengan melibatkan sampel 1.200 responden yang dipilih secara acak. Survei dilakukan 13-17 April 2021.
Adapun survei dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling. Toleransi kesalahan pada survei kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Larangan Mudik dan Mudik Lokal
Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta seluruh pemerintah daerah untuk melarang warganya untuk mudik, termasuk mudik lokal antar kota dalam provinsi.
Doni menjelaskan, mobilitas penduduk dari satu tempat ke tempat lain pada momen Hari Raya Idul Fitri atau lebaran akan sangat berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.
"Mudik lokal pun kita harapkan tetap dilarang, jangan dibiarkan terjadi mudik lokal, kalau terjadi mudik lokal artinya ada silaturahmi, ada salam-salaman, ada cipika-cipiki, artinya bisa terjadi proses penularan satu sama lain," kata Doni dalam Rapat Koordinasi Satgas Covid-19, Minggu (2/5/2021).
Berita Terkait
-
Kaesang Jadi Magnet Baru PSI, Survei LPI Ungkap Alasan Anak Muda Mulai Melirik
-
Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI
-
Survei: Publik Disebut Optimistis dengan Pemberantasan Korupsi yang Dilakukan Pemerintah
-
Peneliti IPI Apresiasi 'Dasco Effect': DPR Berperan Strategis Jembatani Menkeu dan BI
-
80 Persen Orang Indonesia Pilih Emas Saat Kondisi Tak Menentu, Tapi Literasinya Masih Jadi Tantangan
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi
-
Spesifikasi dan Harga AirPods 4 Terbaru Evolusi TWS Open-Ear Terbaik Apple
-
Gemakan Menuju Indonesia Bangkrut, Mahasiswa Gelar Aksi di Bundaran HI
-
Pemuda Bayar Motor Rp12 Juta dengan Uang Palsu, Modusnya Terbongkar dalam Hitungan Menit