SuaraJakarta.id - Berbagai cara korban PHK COVID-19 bertahan hidup. Salah satunya bertani di kubah Masjid Jami Baitussalam lalu diberi nama MB Farm.
Pencetus ide pembuatan kebun hidroponik di atap Masjid Baitussalam adalah Dwi Sudaryono.
Pria yang menjabat sebagai Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Baitussalam ini menuturkan motivasinya mencetuskan gagasan tersebut.
"Sebenarnya ide awalnya memang selain untuk mencari kesibukan bagi para pengurus DKM dan jamaah, ada juga supaya ada sumbangsih ke masjid dan juga untuk petaninya sendiri," jelas Dwi.
"Jadi banyak jamaah yang kena PHK, lagi kosong, bisa diberdayakan di atas. Keuntungan ini bisa menyumbang masjid, pengurus atau petaninya bisa mendapatkan hasil daripada tidak ada kegiatan, jadi ada income tambahan," ujarnya kemudian.
Bercocok tanam dengan hidroponik dipilih karena menurutnya "sangat mudah dan tidak memerlukan lahan yang besar".
Di sisi lain, sayuran yang ditanam lebih cepat dipanen.
"Saya pikir sangat sederhana dan cepat panen, 20-25 hari sudah menghasilkan panen," kata Dwi.
Saat ini, telah ada enam sistem hidroponik di atap masjid dengan total lebih dari 2.000 lubang yang dapat ditanami sayur caisim, pakcoy, kangkung dan selada.
Baca Juga: Berkebun di Atap Masjid: Ikhlas untuk Kemakmuran Masjid dan Jamaah
Pandemi Covid-19 sejak setahun terakhir telah membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian, termasuk Sofyan, yang bekerja di bidang jasa pembuatan paspor.
"Kan kerjaan itu bergerak di pariwisata, otomatis berdampak banget kalau pariwisata itu," tutur Sofyan kepada BBC News Indonesia, Minggu (10/4/2021).
Namun Sofyan tak sendirian. Sejumlah jemaah Masjid Jami Baitussalam yang berlokasi di Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat, juga mengalami hal serupa.
Di awal pandemi, virus corona juga telah menghentikan operasional masjid - yang berdiri di sana sejak tahun 1960-an - membuatnya menjadi sepi tanpa pemasukan untuk biaya operasional.
Hingga akhirnya, salah seorang pengurus masjid mencetuskan ide memberdayakan jemaah yang kehilangan pekerjaan, dalam aktivitas bercocok tanam tanpa tanah - atau hidroponik - dengan memanfaatkan lahan seluas sekitar 200 m2 di atap masjid.
Ini sekaligus menandai dimulainya Masjid Baitussalam Farm (MB Farm). Sofyan menjadi ketua kelompok petani yang aktif di kebun hidroponik tersebut.
Berita Terkait
-
Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital
-
Warga Malaysia Bawa Narkoba Kembali Ditangkap di Bandara, Kali Ini di India
-
Jalan Sunyi Arif Menjaga Harapan Pertanian: Dari Loteng Sempit hingga Panen 7 Kuintal Selada
-
Jadi Pemasok MBG, Omzet Petani Hidroponik di Madiun Naik 100 Persen
-
Keren! Dosen Polines Ajak Petani Demak Bertani Pakai IoT, Wujud Nyata Program Diktisaintek Berdampak
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Pestapora 2026 Hadirkan Ragam Keseruan, Ada Promo dan Hadiah dari BRI
-
Transaksi Rp270 Juta, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah
-
BRI Private Bawa Pengalaman Kesehatan Premium Lewat Layanan Medical Check Up
-
Mengabadikan Indonesia Lewat Lensa, BRI inFrame 2026 Angkat Cerita Ekonomi Kerakyatan