Pebriansyah Ariefana
Rabu, 05 Mei 2021 | 16:19 WIB
bertani di kubah Masjid Jami Baitussalam (BBC)

SuaraJakarta.id - Berbagai cara korban PHK COVID-19 bertahan hidup. Salah satunya bertani di kubah Masjid Jami Baitussalam lalu diberi nama MB Farm.

Pencetus ide pembuatan kebun hidroponik di atap Masjid Baitussalam adalah Dwi Sudaryono.

Pria yang menjabat sebagai Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Baitussalam ini menuturkan motivasinya mencetuskan gagasan tersebut.

"Sebenarnya ide awalnya memang selain untuk mencari kesibukan bagi para pengurus DKM dan jamaah, ada juga supaya ada sumbangsih ke masjid dan juga untuk petaninya sendiri," jelas Dwi.

"Jadi banyak jamaah yang kena PHK, lagi kosong, bisa diberdayakan di atas. Keuntungan ini bisa menyumbang masjid, pengurus atau petaninya bisa mendapatkan hasil daripada tidak ada kegiatan, jadi ada income tambahan," ujarnya kemudian.

Bercocok tanam dengan hidroponik dipilih karena menurutnya "sangat mudah dan tidak memerlukan lahan yang besar".

Di sisi lain, sayuran yang ditanam lebih cepat dipanen.

bertani di kubah Masjid Jami Baitussalam (BBC)

"Saya pikir sangat sederhana dan cepat panen, 20-25 hari sudah menghasilkan panen," kata Dwi.

Saat ini, telah ada enam sistem hidroponik di atap masjid dengan total lebih dari 2.000 lubang yang dapat ditanami sayur caisim, pakcoy, kangkung dan selada.

Baca Juga: Berkebun di Atap Masjid: Ikhlas untuk Kemakmuran Masjid dan Jamaah

Pandemi Covid-19 sejak setahun terakhir telah membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian, termasuk Sofyan, yang bekerja di bidang jasa pembuatan paspor.

"Kan kerjaan itu bergerak di pariwisata, otomatis berdampak banget kalau pariwisata itu," tutur Sofyan kepada BBC News Indonesia, Minggu (10/4/2021).

Namun Sofyan tak sendirian. Sejumlah jemaah Masjid Jami Baitussalam yang berlokasi di Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat, juga mengalami hal serupa.

Di awal pandemi, virus corona juga telah menghentikan operasional masjid - yang berdiri di sana sejak tahun 1960-an - membuatnya menjadi sepi tanpa pemasukan untuk biaya operasional.

bertani di kubah Masjid Jami Baitussalam (BBC)

Hingga akhirnya, salah seorang pengurus masjid mencetuskan ide memberdayakan jemaah yang kehilangan pekerjaan, dalam aktivitas bercocok tanam tanpa tanah - atau hidroponik - dengan memanfaatkan lahan seluas sekitar 200 m2 di atap masjid.

Ini sekaligus menandai dimulainya Masjid Baitussalam Farm (MB Farm). Sofyan menjadi ketua kelompok petani yang aktif di kebun hidroponik tersebut.

Load More