SuaraJakarta.id - Habib Bahar bin Smith menceritakan banyak label yang disematkan kepadanya. Seperti dicap keras, radikal, dan intoleran.
Namun, Habib Bahar menyayangkan beberapa pihak yang hanya menyoroti ceramahnya yang keras saja.
Habib Bahar mengatakan bahwa video ceramahnya yang lembut tak pernah diunggah.
Akibatnya, kata Habib Bahar, orang-orang mencap dirinya sebagai orang yang radikal, keras serta intoleran.
Hal itu disampaikan Habib Bahar dalam kasus penganiayaan yang menjerat dirinya.
“Ketika saya ceramah lembut, tidak pernah diputar. Sehingga orang mengidentikkan saya dengan radikal, keras, dan intoleran,” kata dia dikutip dari Terkini.id—jaringan Suara.com—Kamis (20/5/2021).
Habib Bahar mengklaim ceramahnya yang keras karena ingin membela kepentingan masyarakat.
“Banyak orang selalu bicara Habib Bahar ceramah keras, begini, begitu, karena saya membela rakyat. (Video) yang selalu diputar ceramah saya yang keras,” ujar Habib Bahar.
Baca Juga: Husin Shihab: Mestinya Bahar Smith Malu Ngaku sebagai Cucu Nabi
Berita Terkait
-
Diperiksa soal Kasus Penganiayaan Anggota Banser, Habib Bahar Bakal Ditahan?
-
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka, Korban Bongkar Aksi Penyiksaan: Mulut Dibekap Handuk Basah
-
Kuasa Hukum Sibuk, Habib Bahar Batal Diperiksa Kasus Penganiayaan Anggota Banser
-
Niat Bersalaman Berujung Kasus, Begini Babak Baru Perkara Habib Bahar bin Smith
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas
-
Ada Potensi Kerugian Negara Rp104 Triliun, DPR Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut
-
Kampanye Indonesia Asri dan Universitas Indonesia Gagas Implementasi Circular Campus
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal