Tasmalinda
Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:24 WIB
Jangan datang setelah jam 6 pagi, rahasia menemukan kemeja mewah Rp50 ribuan di Pasar Senen
Baca 10 detik
  • Pemburu pakaian bekas di Pasar Senen rutin berdatangan sebelum pukul 06.00 pagi untuk mendapatkan koleksi barang berkualitas premium.
  • Tren gaya quiet luxury mendorong masyarakat memilih pakaian bekas bermerek karena kualitas bahan unggul dengan harga lebih terjangkau.
  • Perawatan rutin melalui pencucian serta penyetrikaan uap menjadi kunci utama agar pakaian bekas tampak seperti barang baru kembali.

SuaraJakarta.id - Bagi sebagian orang, Pasar Senen hanyalah pusat jual beli pakaian bekas. Namun bagi para pemburu thrifting berpengalaman, tempat ini adalah lokasi berburu "harta karun" fashion yang bisa menghemat jutaan rupiah.

Ada satu aturan tidak tertulis yang sering dipegang para pencinta thrifting: jangan datang setelah pukul 06.00 pagi jika ingin mendapatkan barang terbaik.

Alasannya sederhana. Pada jam-jam awal, banyak pedagang mulai membuka karung pakaian yang baru datang. Saat itulah peluang menemukan kemeja berkualitas premium masih sangat besar sebelum dipilih pembeli lain atau reseller.

Tak sedikit pemburu thrifting yang rela berangkat tengah malam demi mendapatkan posisi terbaik saat proses bongkar karung berlangsung.

Apa yang Terjadi di Pasar Senen Saat Jam 4 Pagi?

Banyak pemburu barang bekas menyebut rentang pukul 04.00 hingga 06.00 WIB sebagai "golden hour" berburu pakaian.

Pada waktu tersebut, aktivitas pasar mulai hidup. Tumpukan pakaian yang sebelumnya masih berada di dalam karung mulai dikeluarkan dan dipilah.

Momen ini menjadi incaran karena peluang menemukan barang berkualitas masih sangat tinggi. Setelah matahari mulai terbit, pilihan biasanya semakin terbatas karena barang-barang terbaik sudah terlebih dahulu ditemukan.

Inilah alasan mengapa banyak pembeli berpengalaman justru datang ketika sebagian besar warga Jakarta masih terlelap.

Baca Juga: Lima Tahun Tak Mudik, Kisah Pemudik Ini Bikin Terharu: 'Sedih Kalau Ditanya Ibu'

Mengapa Tren Quiet Luxury Membuat Thrifting Semakin Ramai?

Dalam beberapa tahun terakhir, tren fashion global bergeser dari logo besar dan mencolok menuju konsep yang lebih sederhana.

Tren ini dikenal sebagai quiet luxury, yaitu gaya berpakaian yang terlihat mahal melalui kualitas bahan, potongan pakaian, dan detail pengerjaan, bukan karena logo merek yang mencolok.

Akibatnya, banyak anak muda mulai berburu kemeja premium bekas karena menyadari bahwa kualitas sering kali lebih penting daripada sekadar label yang terlihat.

Dengan dana yang sama, seseorang bisa mendapatkan beberapa kemeja berkualitas tinggi dibanding membeli satu produk baru dari merek fast fashion.

5 Merek Kemeja yang Sering Dicari Pemburu Thrifting

Load More