- Pemburu pakaian bekas di Pasar Senen rutin berdatangan sebelum pukul 06.00 pagi untuk mendapatkan koleksi barang berkualitas premium.
- Tren gaya quiet luxury mendorong masyarakat memilih pakaian bekas bermerek karena kualitas bahan unggul dengan harga lebih terjangkau.
- Perawatan rutin melalui pencucian serta penyetrikaan uap menjadi kunci utama agar pakaian bekas tampak seperti barang baru kembali.
SuaraJakarta.id - Bagi sebagian orang, Pasar Senen hanyalah pusat jual beli pakaian bekas. Namun bagi para pemburu thrifting berpengalaman, tempat ini adalah lokasi berburu "harta karun" fashion yang bisa menghemat jutaan rupiah.
Ada satu aturan tidak tertulis yang sering dipegang para pencinta thrifting: jangan datang setelah pukul 06.00 pagi jika ingin mendapatkan barang terbaik.
Alasannya sederhana. Pada jam-jam awal, banyak pedagang mulai membuka karung pakaian yang baru datang. Saat itulah peluang menemukan kemeja berkualitas premium masih sangat besar sebelum dipilih pembeli lain atau reseller.
Tak sedikit pemburu thrifting yang rela berangkat tengah malam demi mendapatkan posisi terbaik saat proses bongkar karung berlangsung.
Apa yang Terjadi di Pasar Senen Saat Jam 4 Pagi?
Banyak pemburu barang bekas menyebut rentang pukul 04.00 hingga 06.00 WIB sebagai "golden hour" berburu pakaian.
Pada waktu tersebut, aktivitas pasar mulai hidup. Tumpukan pakaian yang sebelumnya masih berada di dalam karung mulai dikeluarkan dan dipilah.
Momen ini menjadi incaran karena peluang menemukan barang berkualitas masih sangat tinggi. Setelah matahari mulai terbit, pilihan biasanya semakin terbatas karena barang-barang terbaik sudah terlebih dahulu ditemukan.
Inilah alasan mengapa banyak pembeli berpengalaman justru datang ketika sebagian besar warga Jakarta masih terlelap.
Baca Juga: Lima Tahun Tak Mudik, Kisah Pemudik Ini Bikin Terharu: 'Sedih Kalau Ditanya Ibu'
Mengapa Tren Quiet Luxury Membuat Thrifting Semakin Ramai?
Dalam beberapa tahun terakhir, tren fashion global bergeser dari logo besar dan mencolok menuju konsep yang lebih sederhana.
Tren ini dikenal sebagai quiet luxury, yaitu gaya berpakaian yang terlihat mahal melalui kualitas bahan, potongan pakaian, dan detail pengerjaan, bukan karena logo merek yang mencolok.
Akibatnya, banyak anak muda mulai berburu kemeja premium bekas karena menyadari bahwa kualitas sering kali lebih penting daripada sekadar label yang terlihat.
Dengan dana yang sama, seseorang bisa mendapatkan beberapa kemeja berkualitas tinggi dibanding membeli satu produk baru dari merek fast fashion.
5 Merek Kemeja yang Sering Dicari Pemburu Thrifting
Tag
Berita Terkait
-
Lima Tahun Tak Mudik, Kisah Pemudik Ini Bikin Terharu: 'Sedih Kalau Ditanya Ibu'
-
KAI Benahi Fasilitas Stasiun Pasar Senen, Layani 278.000 Orang di Tahun Baru
-
Cerita Udin, Suka Duka 32 Tahun Jadi Porter Di Stasiun Pasar Senen
-
Ogah Berdesakan Hingga Masih Rindu Orang Tua, Alasan Pemudik Balik Ke Jakarta Lebih Lama
-
Libur Nataru, Calon Penumpang Terus Memadati Stasiun Pasar Senen
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Jangan Datang Setelah Jam 6 Pagi, Rahasia Menemukan Kemeja Mewah Rp50 Ribuan di Pasar Senen
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di GBK: Kenapa Kini Lebih Banyak Dilirik daripada Brand Luar?
-
Pengelolaan Payroll Perusahaan Makin Mudah dan Efisien dengan QLola by BRI
-
Bagasi Mobil Selalu Penuh saat Mudik? Ini Tips Menata Daging Kurban dan Oleh-oleh agar Tetap Muat
-
Salat Idul Adha di Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lokal, BMKG Minta Warga Waspada