Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Rabu, 02 Juni 2021 | 18:57 WIB
Kondisi indekos lantai dua berpagar putih yang menjadi lokasi penyekapan remaja di Tangsel yang berada di wilayah Ciputat, Rabu (2/6/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

"Pas malam Sabtu itu ramai, banyak tamu. Cowoknya lima, ceweknya satu yang katanya mucikari itu," terang Herlina.

Dia dan keluarganya pun terkejut, saat mengetahui adanya penggerebekan karena adanya penyekapan dan penganiayaan terhadap remaja putri di Tangsel.

Penggerebekkan itu dilakukan keluarga korban pada Sabtu (29/5/2021) malam.

Herlina semakin terkejut usai mengetahui bahwa korban masih ada ikatan saudara dengan dirinya.

Baca Juga: Penyekap Gadis di Tangsel Dibekuk, Polisi Sebut Pelaku Pasutri, Ini Perannya

"Awalnya kita emang nggak pada tahu. Tahunya setelah bapaknya cerita di sini kalau anaknya disekap dalam lemari, babak belur, bibirnya jontor," paparnya.

Menurutnya, setelah penggerebekkan, pasutri tersebut langsung kabur meninggalkan indekos.

"Pokoknya setelah korban diambil dibawa pulang, pasutri itu juga langsung kabur kendarain motor. Pintu kamarnya digembok sampai sekarang. Padahal bayar kontrakannya baru DP Rp 200 ribu dari biaya Rp 500 ribu perbulan," bebernya.

Insiden itu, lanjut Herlina, membuat dia dan keluarganya resah. Lantaran bukan masalah pertama yang terjadi di indekos tersebut.

Sebelumnya, penghuni kost-kostan berwarna putih tulang lantai dua itu sering bermasalah.

Baca Juga: Dramatis, Detik-Detik Penyelamatan Gadis Korban Penyekapan di Tangsel

"Penghuni kos-kosan gonta-ganti mulu, identitasnya juga nggak jelas. Kita nggak nyaman, resah, karena sering bermasalah. Bentar-bentar ribut, teriak. Banyak warga yang keluar, pas dilihat ternyata penghuni kosan," keluhnya.

Load More