SuaraJakarta.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut menghadiri peringatan 100 tahun atau satu abad kelahiran Presiden RI ke-2 Soeharto. Acara itu digelar di Masjid At-Tin, Jakarta Timur pada Selasa (8/6/2021).
Usai acara, Anies menyebut kepemimpinan Soeharto selama jadi Presiden perlu diteladani. Sebab, Soeharto disebutnya memiliki kematangan, stabilitas jiwa, serta mental yang luar biasa.
"Ketenangan di dalam menghadapi situasi apa pun mengirimkan pesan kepada semua yang nuansanya selalu kebapakan, nuansanya mengayomi, nuansanya membangun perasaan persatuan," ujar Anies di lokasi, Selasa (8/6/2021).
Tak hanya itu, Anies menyebut Soeharto setelah 31 tahun menjabat sebagai Presiden juga memiliki banyak warisan. Bahkan ia menyebut masih bisa merasakan program Soeharto sampai sekarang.
"Di bidang kesehatan, puskesmas yang dibangun di mana-mana, di bidang pendidikan SD INPRES, perguruan-perguruan tinggi dan banyak program lain," tuturnya.
Karena itu, Anies menilai Soeharto adalah sosok yang harus diteladani. Mantan Mendikbud ini juga meminta agar masyarakat melanjutkan perjuangan dan memetik hikmah dari kepemimpinan Soeharto.
"Semoga di dalam kita meneruskan perjuangan bangsa mengambil hikmahnya mengambil keteladanan dari Pak Harto," pungkasnya.
Selain Anies, hadir pula Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua MPR Bambang Soesatyo, dan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar.
Lalu anak-anak Soeharto juga ikut hadir. Di antaranya Siti Hedianti Hariadi atau Titik Soeharto dan Bambang Trihatmodjo.
Baca Juga: Pemerintah Siap Hadapi Persidangan Sengketa Ganti Rugi Tanah Tommy Soeharto
Berita Terkait
-
Aktivis HAM Ungkap Ada Belasan Pelanggaran Kemananusiaan Saat Rezim Soeharto
-
Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba
-
Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?
-
Pengangkatan Soeharto Jadi Pahlawan Dinilai Tak Sejalan dengan Semangat Antikorupsi
-
Presidential Threshold Dihapus, Kini Muncul Syarat Minimal Didukung 2 Parpol: Apa Bedanya?
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Semangat Local Heart Lewat CSR dengan Sahabat Anak Cijantung
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob
-
Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas