SuaraJakarta.id - Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menunda pembelajaran tatap muka (PTM). Ini mengingat kasus COVID-19 di Tangsel tengah melonjak.
Sebanyak 79 persen sekolah di Tangsel, kata Benyamin, masuk dalam verifikasi Pemkot Tangsel untuk menyelenggarakan PTM. Sekolah-sekolah tersebut adalah jenjang SMP swasta.
Benyamin juga menyebut jumlah SMP negeri di Tangsel yang masuk verifikasi PTM tidak jauh berbeda dengan swasta.
Namun, kasus COVID-19 di Tangsel yang melonjak hingga menggagalkan rencana PTM tersebut. Benyamin mengaku telah mempersiapkan PTM sejak Januari 2021.
Persiapan tersebut, kata dia, berupa penyusunan SOP yang sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim.
Verifikasi sekolah tidak hanya dilakukan di jenjang SMP, namun juga untuk jenjang TK dan SD.
“Kami sudah menyusun SOP-nya antara lain ruangan kelas hanya digunakan sebanyak 25% sesuai arahan menteri. Kemudian dalam satu minggu hanya 2 hari, satu hari hanya 2 jam pelajaran, tidak ada kantin dan sebagainya. Itu sudah kami persiapkan,” ujarnya dalam konferensi persnya, Kamis 24 Juni 2021.
Salah satu alasan ditundanya PTM di Kota Tangsel, kata Benyamin, karena COVID-19 yang semakin banyak variannya.
Tingkat penularan, kecepatan penularan, hingga angka kematian di wilayahnya juga menjadi alasannya untuk menunda PTM di Kota Tangsel.
Baca Juga: DMI Tangsel Sebut Salat Idul Adha di Masjid Berpotensi Ditiadakan Jika...
“Sehingga kami sampai saat ini mendiskusikan ulang mengenai rencana sekolah tatap muka di Tangsel. Artinya bagaimanapun kami akan mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga terlebih dahulu. Ini sedang kami diskusikan dengan para persatuan guru, dewan pendidikan, dan dinas pendidikan Kota Tangsel,” tutur dia.
Benyamin membeberkan, berdasarkan rencana awal Kota Tangsel akan melakukan PTM pada minggu kedua bulan Juli dengan SOP yang sudah disusun.
Pihaknya saat itu juga sedang menunggu kesediaan dari para orang tua murid untuk memberikan persetujuan anak didiknya melakukan PTM.
Namun seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19, rencana tersebut urung dilakukan.
Benyamin menuturkan pihaknya sedang mencermati data harian kasus Covid-19.
“Kalaupun nanti kami akan melakukan PTM, mungkin bukan pada awal-awal tahun ajaran. Kami hati-hati jangan sampai PTM ini mengorbankan kesehatan anak-anak kita,” pungkas Benyamin.
Berita Terkait
-
Geger! 4 Bocah Diduga Dicabuli Remaja 18 Tahun di Tangsel, Korban Sempat Diberi Minuman Misterius
-
Pascakebakaran dan Cemari Sungai, Gudang Pestisida di Tangsel Akhirnya Disegel
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Kala Pramono Tawarkan Bantuan Armada Sampah untuk Tangsel ke Andra Soni
-
Digerebek di Fly Over Hingga Kontrakan, Polda Metro Sikat Jaringan Sabu 5,3 Kg di Tangsel
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Buka Puasa Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 15 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Waktu Magrib
-
Update Harga Minyak Goreng 2 Liter Jelang Lebaran: Filma, Sunco, dan Tropical Sekarang Berapa?
-
Tips Nikmati Ramadan Tanpa Boros lewat Promo Spesial BRI
-
BRI KKB di BRImo: Kredit Mobil Termasuk EV dengan Bunga Ringan Mulai 2,85%
-
Semangat Transformasi Tahun Kuda Api, BRI Perkuat Solusi Finansial Lewat Imlek Prosperity 2026