SuaraJakarta.id - Timnas Austria akan berhadapan dengan Italia di babak 16 besar Euro 2020 di Stadion Wembley pada 26 Juni 2021. Striker Austria, Marko Arnautovic mengaku tidak takut keganasan Gli Azzurri.
Italia menjadi salah satu kandidat kuat juara Euro 2020. Hal itu setelah performa impresif yang ditunjukan pasukan Roberto Mancini baik di kualifikasi Euro, UEFA Nations League, maupun fase grup Euro 2020.
Italia lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup dengan raihan poin sempurna, sembilan. Mereka memborong kemenangan dari tiga laga dan tak sekalipun mencatatkan kebobolan.
Namun, catatan impresif Italia tak membuat nyali "Si Bengal" Marko Arnautovic ciut. Dia menegaskan Austria tak takut Gli Azzurri.
"Italia telah mencatatkan 11 clean sheet berturut-turut, tetapi itu tidak masalah bagi kami. Kami harus memainkan sepak bola kami,” kata Arnautovic kepada Sky Sport Italia dilansir dari Football-Italia, Jumat (25/6/2021).
"Kami menghadapi tim yang luar biasa, kelas dunia, Anda hanya perlu melihat di mana para pemain mereka berada di level klub. Pelatih Roberto Mancini juga kelas dunia."
"Statistik tim Italia mengatakan semuanya, tetapi ini pertandingan, berlangsung selama 90 menit dan kami tidak perlu takut," sambung pemain yang mendapat hukuman larangan bermain saat Austria menghadapi Belanda pada 17 Juni lalu karena perayaan gol yang berlebihan dan terkesan rasis kepada pemain Makedonia Utara.
Di babak 16 besar, Italia kemungkinan tidak diperkuat oleh Giorgio Chiellini karena cedera. Kemungkinan posisinya akan digantikan oleh Francesco Acerbi.
Siapapun yang akan mengawal lini bertahan Italia tidak dimasalahkan oleh Arnautovic. Menurutnya Italia tetap kuat siapapun yang dimainkan.
Baca Juga: Donyell Malen atau Wout Weghorst, Dilema Pelatih Belanda Jelang Babak 16 Besar Euro 2020
"Apa yang dicapai Chiellini dan Bonucci bersama-sama di satu tim sungguh luar biasa. Saya hanya bisa mengatakan tidak takut. Ini adalah pertandingan yang sangat penting, tidak masalah apakah Anda berusia 20, 25 atau 32 tahun," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Peringatan untuk Inggris: Jangan Coba-coba Lawan Jerman via Adu Penalti
-
Jarang Main di Inggris, Matthaus Minta Jerman Beri Jadon Sancho Paspor
-
Timnas Republik Ceko Latihan Menembak Jelang Laga 16 Besar Euro 2020
-
Polandia Tersingkir dari Euro 2020, Lewandowski Sulit Terima Kenyataan
-
Wijnaldum Desak UEFA Lebih Tegas Terhadap Rasialisme
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi