Rizki Nurmansyah | Fakhri Fuadi Muflih
Rabu, 07 Juli 2021 | 21:41 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. [Instagram]

Artinya sampai saat ini masih ada 100.062 kasus aktif COVID-19 di Jakarta yang sedang berjuang untuk sembuh.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memprediksi akan ada 100 ribu kasus aktif COVID-19 di Jakarta pada 8-13 Juli 2021. Ia pun mengatur skenario agar begitu hal ini terjadi.

Hal ini diketahui dari materi pemaparan Anies saat melakukan rapat soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, pada Selasa (29/6/2021) kemarin.

Kasus aktif adalah orang yang positif COVID-19 dan saat ini sedang dalam perawatan di rumah sakit atau menjalani isolasi. Anies pun meminta pengetatan segera dilakukan agar kasus aktif tak terus naik jumlahnya.

Per hari ini saja, jumlah kasus aktif di ibu kota sudah menyentuh angka 70 ribu. Jumlahnya terus bertambah ribuan orang belakangan ini setiap harinya.

"Bila tidak dilakukan pengetatan segera, maka 100.000 kasus aktif di Jakarta akan tercapai antara tanggal 8-13 Juli 2021," ujar Anies dalam dokumen yang diterima, Rabu (30/6/2021).

Lebih lanjut, dalam pemaparannya Anies menuliskan skenario yang harus dilakukan. Pertama adalah menjadikan RS kelas A sepenuhnya untuk Intensive Care Unit (ICU) Covid-19.

"Antisipasi skenario 100.000 kasus aktif, langkah yang perlu dilakukan: RS kelas A dikhususkan sepenuhnya untuk ICU Covid-19. RSDC Wisma Atlet dikhususkan untuk penanganan pasien dengan gejala sedang-berat," kata Anies.

Selanjutnya perlu dilakukan penambahan fasilitas tempat isolasi terkendali pasien tanpa gejala di rumah susun. Bahkan stadion dan gedung konvensi juga bakal disulap jadi RS darurat.

Baca Juga: Minta Maaf, Wagub DKI: Saya Merasa Berdosa Tiap Lihat Ambulans ke Pemakaman

"Mengubah stadion indoor dan gedung-gedung konvensi besar menjadi rumah sakit darurat penanganan kasus darurat kritis, diusulkan untuk dalam satu manajemen RSDC Wisma Atlet," katanya.

Lalu terakhir Anies meminta agar segala keperluan tenaga medis dan penunjang ditambah segera dari luar DKI. Sarana dan prasarananya pun juga harus disiapkan.

"Memastikan ketersediaan oksigen, APD, alat kesehatan dan obat-obatan," pungkasnya.

Beberapa langkah tersebut saat ini sudah dilakukan. Misalnya menyulap Rusun jadi tempat isolasi, menjadikan RSDC Wisma Atlet khusus pasien bergejala sedang dan berat, serta meminta tambahan tenaga medis.

Load More