"Pelaku datang ke rumah saya hari Rabu Juni niatnya mau lamaran, datang bertiga sama tukang salon yang jadi tersangka. Panjang lebar setelah ditolak, dia ngeluarin surat perjanjian. Intinya kalau ada apa-apa sama anak saya karena udah ditolak entah itu hamil dan lainnya," papar Aziz.
"Saya nggak ngerti itu ancaman atau apa itu. Saya yakin nggak, anak saya nggak mungkin berani ngelakuin yang bikin aib orangtua," sambung Aziz.
Sebelum hilang dan diketahui meninghal tragis, korban sempat menunjukkan sikap aneh seperti firasat. Yakni menitipkan banyak pesan kepada adiknya hingga mengajak adiknya bermain Tik-Tok.
"Sebelumnya dia main Tik-Tok sama adiknya, nggak seperti biasanya. Dia juga banyak pesen buat adiknya, jangan bandel, jangan banyak jajannya kasian sama bapak-ibu. Memang anaknya prihatin dan kasian sama orangtua. Dia jadi tulang punggung," beber Aziz.
Bapak dua anak itu mengenang anak gadisnya sebagai sosok yang prihatin terhadap orangtuanya. SZ sehari-hari bekerja sebagai asisten dokter di salah satu klinik umum di Cisauk.
Tak hanya itu, SZ dimata keluarga sebagai sosok yang bertanggungjawab terlebih kepada pekerjaanya.
"Dia ini tanggungjawab sama pekerjaanya dan orangtuanya. Nggak gampang ngeluh. Sama kerjaan itu nggak sembarangan ninggal. Orangnya nurut banget," kenangnya.
Kini, Aziz berharap, para pelaku pembunuh anaknya yang sudah diringkus pihak kepolisian itu mendapat hukuman yang setimpal. Dua pelaku yakni DS (20) mantan pacar korban dan US rekan pelaku yang merupakan pemilik salon di Cisauk.
"Kalau mengenai hukumannya ya saya percaya hukum ini akan adil. Dihukum seberat-beratnya," pungkasnya.
Baca Juga: Sadis Banget! Gegara Sakit Hati Pria Bakar Mantannya di Kebun Kosong di Cisauk Tangerang
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Polisi Segera Gelar Perkara! Usut Laporan Firdaus Oiwobo Terhadap Eks Ketua BEM UGM Tyo Ardianto
-
Pertumbuhan Properti Tangerang Jadi Magnet Ekspansi Industri Penunjang Hunian
-
Kurangi Limbah Deterjen, Binatu di Tangsel Gunakan Ekoenzim Buatan Sendiri
-
Biadab! Sambil Hujan-hujanan, Pria Mabuk di Tangsel Cabuli Bocah Saat Main Petak Umpet
-
Terungkap! Skandal Pelecehan Seksual di Klub Sepatu Roda Tangsel, Korbannya Anak 16 Tahun
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi