SuaraJakarta.id - Penyekatan hari ketiga PPKM Level 4 di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dijaga ketat petugas gabungan Polri dan Satpol PP.
Pada penyekatan hari ini, Jumat (23/7/2021), petugas membagi dua jalur untuk pengendara yang melintasi penyekatan tersebut; khusus untuk para tenaga kesehatan dan ambulans.
Budiman, salah satu pengendara yang melewati jalan tersebut mengaku bahwa petugas memudahkan para pengendara karena adanya petunjuk yang diberikan.
"Sebelumnya memang penyekatan malah bikin bingung karena adanya dua jalur. Tapi hari ini cukup bagus ya, mungkin ada penurunan pengendara kali ya," kata Budiman, dilansir dari Antara.
Dia juga mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu menghindari pos penyekatan karena adanya syarat khusus yang harus ditunjukkan.
"Ya saya pikir gak perlu menghindari, kan tinggal urus Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) ke pemerintah," tutur Budiman.
Hal berbeda disampaikan pengendara lainnya, Aji. Ia menyebut penyekatan di Mampang Prapatan ini membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan.
"Sebenarnya penyekatan ini kan malah bikin macet, karena mesti menunjukkan STRP yang membutuhkan waktu juga," ucap Aji.
Kendati demikian, Aji juga mengapresiasi para petugas yang mengarahkan para pengendara dengan baik.
Baca Juga: Imbas PPKM Diperpanjang, Exit Tol di Jawa Tengah Masih Ditutup
"Kita pastinya harus kasih terima kasih buat polisi dan yang lain, karena kan mereka juga pasti menguras tenaga mengarahkan pengendara," kata dia.
Sebelumnya pemerintah memperpanjang masa PPKM Level 4 hingga 25 Juli mendatang. Para pengendara wajib menunjukkan STRP atau surat perjalanan dinas dari kantor untuk melakukan perjalanan.
Berita Terkait
-
Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah di Mampang Prapatan, 14 Jiwa Terpaksa Mengungsi
-
BRI Insurance Kirim Bantuan ke Mampang Prapatan, Bersinergi Hadapi Stunting
-
Kemenkes RI Buka Suara Soal Varian Covid-19 Baru di Singapura, PPKM Bisa Kembali Berlaku?
-
Anggota Polresta Manado Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Kepala, Pihak Keluarga Datangi TKP
-
Geger Polisi Bunuh Diri di Mobil Alphard, Kapolres Jaksel Sebut Brigadir Ridhal Ali Nembak Kepala Sendiri
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi