SuaraJakarta.id - Seorang warga Bekasi bernama Wasit Ridwan (47) sempat gagal divaksin lantaran nomor induk kependudukan atau NIK miliknya sudah digunakan oleh warga negara asing (WNA) dan terdaftar di KKP Kelas I Tanjung Priok atas nama Lee In Wong. Bahkan, vaksinasi telah dilakukan pada 25 Juni 2021.
Terkait hal tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Priok akan membatu KKP Tanjung Priok untuk melakukan penelusuran. Dalam hal ini, kepolisian akan meminta keterangan petugas yang bekerja di KKP Tanjung Priok.
"Kami bantu KKP untuk menelusuri apakah ini ada kesalahan administratif atau ada dugaan peristiwa lain kan seperti itu," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).
Kholis menjelaskan, penelusuran itu dilakukan guna mengetahui apakah terjadi tindak pidana atau pelanggaran hukum dalam kasus ini atau tidak. Sifatnya, lanjut dia, polisi semacam jemput bola guna mengetahui akar permasalahan ini.
"Apakah dalam kasus ini ada kesalahan input, apa ada salah ketik, salah memasukkan data atau ada kesalahan-kesalahan lain yang sifatnya administratif atau ada kekeliruan lain seperti adanya dugaan pemalsuan," jelasnya.
"Kami sifatnya jemput bola proaktif ingin mencari tahu akar masalah ini kita bantu KKP," ujar dia.
Disebutkan Kholis, sang warga Bekasi bernama Wasit Ridwan telah memperoleh vaksinasi di kawasan Bekasi. Hal itu diketahui seusai kepolisian melakukan konfirmasi terhadap yang bersangkutan.
'Kami sudah konfirmasi ke warga bekasi tersebut dan yang bersangkutan sudah mendapatkan vaksinasi di Bekasi," kata Kholis.
Kholis menambahkan, pihaknya pun telah melakukan klarifikasi terhadap petugas KKP dalam kasus ini. Hanya saja, belum dibeberkan secara rinci terkait klarifikasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian tersebut.
Baca Juga: Heboh Data KTP Warga Bekasi Dipakai Orang Asing untuk Vaksin, NIK WNA sama dengan WNI?
"Ya sudah berjalan, kan kantornya sebelah Polres. Kalau secara informal kami jemput bola sudab datangi ke KKP , kami sudah cek datanya masih ditelurusi masih kami cari kan begitu," beber dia.
Diketahui, Wasit Ridwan akhirnya menjalani vaksinasi Covid-19 setelah gagal karena NIK KTP dipakai warga negara asing. Hal itu dinyatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi, Hudaya.
"Sudah kami vaksin tadi," kata Hudaya saat dihubungi wartawan.
Wasit Ridwan merupakan warga Perumahan Vila Mutiara Cikarang, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Dia tidak bisa mendapat vaksin lantaran NIK miliknya telah digunakan oleh seorang warga negara asing di wilayah Jakarta.
Hal tersebut terjadi saat Wasit mengikuti vaksinasi massal tahap I di dekat tempat tinggalnya pada Kamis (29/7) lalu. Usai diperiksa kesehatannya lalu dinyatakan memenuhi syarat, Wasit justru terganjal persoalan administrasi hingga petugas kesehatan menolak memberikannya vaksin.
Alhasil, Wasit pun gagal divaksindan kejadian ini menjadi heboh di wilayah Kabupaten Bekasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event
-
5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran
-
JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda
-
Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"
-
TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi dengan BPDP