"Isolasi mandiri selesai setelah 10 hari apabila tanpa gejala dan ditambah 3 hari bebas gejala untuk mereka yang bergejala. Setelahnya, Anda tak perlu melakukan pemeriksaan rapid atau PCR ulang," kata Nadia.
Idealnya, pencatatan dilakukan setidaknya sekali sehari untuk setiap tanda dan gejala, komplikasi atau tanda bahaya, seperti mengalami sesak napas, napas berat, mengeluh nyeri dada, tampak dehidrasi.
Untuk pasien anak-anak, biasanya mereka sering kali tiba-tiba tampak bingung, tidak mau makan, bibir atau wajah membiru.
Terkadang, pasien yang melakukan isolasi mengalami perburukan kondisi. Menurut Nadia, ini biasanya dipengaruhi kekebalan tubuhnya atau pasien sedang kondisi tubuh tidak fit.
Selain itu, ada juga risiko terkena varian baru virus salah satunya varian Delta yang mampu meningkatkan keparahan sehingga berpotensi besar menyebabkan kematian.
Terkait pasien yang bisa melakukan isoman, Dr. April Baller dari WHO menambahkan, mereka ini tidak memiliki penyakit penyerta misalnya penyakit kardiovaskular atau penyakit paru-paru kronis dan tidak berusia lanjut.
Kemudian mengenai pencatatan gejala, Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Prikasih, dr. Gia Pratama menyarankan pasien bisa membuat semacam catatan harian. Catatan ini memuat informasi mengenai gejala, suhu, saturasi oksigen, frekuensi nadi, laju napas dan keluhan lain.
Selama melakukan isolasi mandiri, pasien perlu mendapatkan asupan makanan bernutrisi dan obat-obatan sesuai gejala untuk membantu pemulihannya.
Nadia menuturkan, pasien bergejala ringan biasanya diresepkan dokter sejumlah obat antara lain antivirus dan sesuai gejala mereka. Bila ada demam, maka pasien dibolehkan meminum paracetamol untuk menurunkan demam.
Baca Juga: 120.669 Pasien COVID-19 Wisma Atlet Jakarta Sembuh
"Prinsipnya isolasi mandiri itu kita memberi kesempatan pada tubuh untuk membangun sistem kekebalan optimal demi melawan virus. Selain fokus melawan virus, ditambah booster dengan berbagai macam obat-obatan," tutur dia.
Pastikan dosis dan cara minum obat yang tepat agar tidak memunculkan penyakit lainnya semisal sakit lambung.
Selain obat, pasien juga perlu mendapatkan asupan vitamin C cukup. Ada beberapa pilihan, yakni yang sifatnya non-acidic tiga kali sehari satu tablet (500 mg) selama 2 pekan, atau vitamin C tablet isap dua kali sehari satu tablet (500 mg) selama sebulan atau multivitamin mengandung vitamin B, C, E dan zink dua tablet sehari (satu bulan).
Vitamin lainnya yakni vitamin D satu kali sehari satu tablet 400-1000 IU, lalu obat herbal yang teregistrasi di BPOM dan obat rutin penyakit sebelumnyma misalnya hipertensi, diabetes atau asma (bila ada).
"Kalau bergejala ringan tanpa sesak biasanya diberikan Oseltamivir, atau Favipiravir, juga Azithromycin. Tetapi jangan men-stok karena obat-obatan ini harus diberikan di bawah pengawasan dokter," kata Nadia yang merekomendasikan pasien mengakses laman farmaplus.kemkes.go.id. untuk memeriksa ketersediaan obat.
Selama isoman, mereka bisa mengakses fasilitas telemedisin yang difasilitasi pemerintah melalui laman isoman.kemkes.go.id/periksa.
Berita Terkait
-
Status Pandemi Dicabut, Perawatan Pasien Covid-19 Bakal Ditanggung BPJS
-
INFOGRAFIS Tutupnya Operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran
-
Yang Tertinggal, Bekas Pusat Isolasi Pasien Covid-19 Saat Pandemi
-
Kini Resmi Ditutup, Kilas Balik Sejarah Wisma Atlet Hingga Jadi RS Darurat Covid-19
-
Pasien COVID-19 Bertambah 222 Orang Hari Ini, Warga DIminta Tidak Lengah
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Jelajahi Blok M Hub Bareng BRIZZI ARKIV, Ada Kuliner, Seni, dan Hadiah Menarik
-
Akses Suporter Terpisah, Pemkab Kediri Bangun Jalan Menuju Stadion GDJ
-
Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga
-
RUU Profesi Kurator Resmi Masuk Pembahasan, DPR Ajak PERKAPI Rombak Aturan Kepailitan
-
2 Susu Kambing Etawa Populer, Mana yang Lebih Cocok untukmu?