Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Selasa, 17 Agustus 2021 | 09:05 WIB
Momunen di Taman Makam Pahlawan Seribu di Kademangan, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (16/8/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

Alhasil, KH Ibrahim membawa ratusan santri dan warga untuk bergegas membantu perlawanan melawan penjajah di Serpong.

"Ratusan orang dari Rangkasbitung ikut berangkat untuk mengusir NICA di PTP Serpong," ungkap Rendra.

Sejarawan Kota Tangerang Selatan TB Sos Rendra berada di monumen dan relief Pahlawan Seribu di Cilenggang, Serpong, Tangsel, Senin (16/8/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

KH Ibrahim dan ratusan pasukan santri ke Serpong dengan berjalan kaki. Sepanjang jalan, mereka berzikir melantunkan kalimat tahlil. Menggema dan semakin memantik untuk berjihad melawan penjajah.

Sebelum sampai di Serpong, KH Ibrahim singgah di Kademangan, Setu, untuk mengatur strategi bersama dengan Kepala Desa Serpong Muhamad Yusuf.

Baca Juga: HUT ke-76 RI, Isi Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Perumusannya

Strategi pun disepakati. Penyerangan terhadap pasukan NICA dibagi dua pasukan, lalu dibagi ke dua titik depan dan belakang PTPN.

KH Ibrahim dan ratusan pasukan santri menyerang dari arah depan. Sementara pasukan lainnya dari arah belakang PTPN Serpong.

Sayangnya, rencana tersebut berubah kacau. Belum juga sampai di PTPN Serpong, pasukan KH Ibrahim sudah dihadang pasukan NICA di Jalan Raya Serpong, dekat kantor polisi Belanda yang kini menjadi kantor Satpas Polres Tangerang Selatan.

"Para pejuang gugur lantaran rencana penyerangan NICA dibocorkan oleh pengkhianat," tutur Rendra.

Akibatnya, KH Ibrahim serta ratusan pasukannya gugur dihujani peluru pasukan NICA. Total, diperkirakan ada 700 orang yang gugur menjadi syuhada dalam peristiwa bersejarah di Serpong tersebut.

Baca Juga: Abubakar Lambogo Guru Pejuang dari Enrekang, Kepalanya Dipenggal Belanda

Setelahnya jasad mereka dikubur dalam dua liang lahat. Satu liang lahat diisi oleh 699 jasad santri dan warga yang gugur. Satu liang lagi khusus untuk memakamkan jenazah KH Ibrahim.

Load More