SuaraJakarta.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar sayembara untuk penamaan fasilitas publik di Pantai Maju dan Pantai Kita. Sejumlah jalan hingga jembatan bakal diberikan nama oleh pemenang sayembara ini.
Hal ini diketahui berdasarkan pengumuman melalui akun instagram resmi Pemprov DKI, @dkijakarta. Pemprov DKI Jakarta menggelar sayembara ini secara terbuka bersama Jakarta Experience Board (JXB).
"Sebagai Kota Kolaborasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan JXB mengajak kamu untuk ikut sayembara penamaan jalan dan landmark di kawasan Pantai Maju dan Pantai Kita," demikian tulis pengumuman itu, Rabu (18/8/2021).
Total ada lima ruas jalan, tiga jembatan, dua taman, dan satu bundaran yang belum diberi nama di wilayah pulau reklamasi tersebut. Untuk bisa mengikuti sayembara ini, peserta hanya perlu mengunggah usulan nama beserta penjelasan filosofinya melalui akun Instagram masing-masing.
"Jangan lupa buat proposal terkait detail usulan serta filosofi nama yang diusulkan," ujarnya.
Sayembara ini boleh diikuti secara individu atau kelompok. Jika nantinya menang, disebut pemenang akan mendapatkan hadiah senilai puluhan juta rupiah.
"Ajak teman-teman kalian untuk ikut sayembara ini, yuk! Keluarkan ide-ide kreatifmu dan jadilah bagian dari sejarah Kota Jakarta!" tuturnya.
Untuk informasi rinci syarat & ketentuan, klik bit.ly/KitaKasihNama dan untuk pendaftaran sayembara di bit.ly/PendaftaranKitaKasihNama.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Berikan Pemutihan dan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor Sampai September
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Upacara Kemerdekaan di Tapal Batas, Serasan Jadi Pintu Ekonomi Indonesia
-
Tak Perlu Pusing Budget, Ini Solusi Paket Rapat di Jakarta Pusat yang Bisa Sesuaikan Anggaran
-
Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan