Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Selasa, 07 September 2021 | 21:44 WIB
Tarmo, salah satu warga yang akses rumahnya terhalang tembok di Perumahan Bukit Nusa Indah, Serua, Ciputat, Kota Tangsel, Selasa (7/9/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

"Pemagaran ini baru berlangsung Jumat, Sabtu-Minggu pekerjanya libur dan Senin sudah tinggi seperti ini. Untuk akses keluar masuk, setelah viral diinformasikan oleh pekerja akan dibuatkan jalan setapak hampir semeter," tuturnya.

Tarmo menyebut, saat membeli tanah di lingkungan tersebut lahan yang berada di depan rumahnya itu dalam Akta Jual Beli (AJB) tertera nama jalan.

"Dulu saya beli rumah ini 2015, memang itu namanya jalan. Ada keterangannya dalam AJB bahwa itu jalan. Tapi saya nggak bisa memastikan itu milik umum atau pengembang," ungkap Tarmo.

Bapak dua anak berusia 50 tahun itu berharap, tembok yang menghalangi akses keluar masuk rumahnya itu dapat dibongkar dan terbuka seperti semula.

Baca Juga: Viral Diduga Maling Motor, Dua Pria Diamuk Massa di Tangerang

"Tembok ini kan menyulitkan akses ya, harapan saya supaya bisa dibuka lah biar akses lebih mudah biar nggak muter jauh. Bawa barang susah, apalagi ada kendaraan nggak bisa masuk," bebernya.

Sementara itu warga lainnya, Pujiono mengaku, keberatan lantaran akses rumahnya itu terhalang tembok yang diklaim milik pengembang itu.

"Kita sebagai warga ya terus terang keberatan, kalau ditanya keberatan ya pasti lah ini kan akses keluar-masuk," katanya ditemui di rumahnya, Selasa (7/9/2021).

Pujiono mengaku, dirinya sudah meminta pihak pengembang agar tidak membangun tembok tersebut. Tetapi, permintaan itu tak digubris.

"Sebenarnya kepada pengembang saya sudah ngomong, tolong lah dikasih akses jalan segala macam. Ya tapi enggak ngerti kenapa nggak dikasih. Pertimbangan apa saya juga enggak ngerti," ungkapnya.

Baca Juga: Numpang Belajar di Gedung Bekas, Kepsek SMPN 23 Tangsel Cemas Atap Roboh Ganggu PTM

Terpisah, Riszka Aprillia salah seorang marketing pengembang di Bukit Nusa Indah membenarkan bahwa pihaknya tengah membangun tembok tersebut.

Load More