Rizki Nurmansyah
Kamis, 09 September 2021 | 15:15 WIB
Petugas membawa Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang di RSUD Kabupaten Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9). [Suara.com/ Hilal Rauda Fiqry]

SuaraJakarta.id - Nursin, ayah korban kebakaran Lapas Tangerang, Rezkil Khaerul (22), menilai ada hal yang tak wajar dari musibah yang menimpa putranya.

Rezkil menjadi satu dari 44 korban meninggal akibat kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang, Rabu (8/9/2021) dini hari kemarin.

Nursin mengatakan, sebelum peristiwa Lapas Tangerang kebakaran terjadi, ia masih sempat berkomunikasi dengan sang putra.

"Anak saya jam 1 malam masih ngobrol sama saya kok, masih chatting-chattingan. Masa bisa kebakaran begitu aja, masa iya enggak tahu," kata Nursin di RS Polri Kramat Jati, Kamis (9/9/2021).

Nursin pun meminta kepolisian menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian yang dilakukan pihak Lapas Tangerang terkait musibah kebakaran tersebut.

Keluarga korban kebakaran Lapas Tangerang menyerahkan data ante mortem di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Kamis (9/9/2021). [ANTARA/Yogi Rachman]

Tak terkecuali, kata Nursin, memeriksa seluruh pejabat Lapas Tangerang atas musibah yang menelan puluhan korban jiwa narapidana.

Sementara itu, Upi Hartati, ibu kandung Rezkil Khaerul, mengaku sangat terpukul dengan kejadian tragis tersebut.

Apalagi masa hukuman Rezkil hanya tersisa 1,5 tahun.

"Dia divonis lima tahun, sudah jalanin dua tahun lebih bebasnya itu 1,5 tahun," kata Upi.

Baca Juga: Dapat Santunan dari Menkumham, Keluarga Korban Sebut Kebakaran LP Tangerang Adalah Takdir

Sebelumnya, sebanyak 44 napi tewas dalam musibah kebakaran Lapas Tangerang yang terjadi di Blok C, Rabu (8/9) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB.

Awalnya, jumlah korban meninggal akibat kebakaran Lapas Tangerang berjumlah 41 orang, namun bertambah tiga orang.

Dugaan sementara penyebab kebakaran Lapas Tangerang akibat arus pendek listrik. [Antara]

Load More