SuaraJakarta.id - Lembaga riset independen Traction Energy Asia menyebutkan Jakarta memiliki potensi memasok 20 persen bahan mentah untuk diproses menjadi biodiesel dari sekitar 12 juta liter minyak jelantah yang dihasilkan rumah tangga dan UMKM di ibu kota.
“Jakarta punya potensi minyak jelantah 12 juta liter atau 12 ribu kiloliter per tahun. Itu hanya dari rumah tangga dan UMKM,” kata Engagement Manager Traction Energy Asia, Ricky Amukti dalam diskusi daring, di Jakarta, Kamis (7/10/2021).
Analis kebijakan energi dari lembaga riset independen ini menyatakan, dapat menambahkan emisi biodiesel minyak jelantah 80 hingga 90 persen lebih rendah dari pada solar atau diesel.
Ricky berharap, peluang itu dapat dimanfaatkan oleh Pemprov DKI untuk memanfaatkan potensi minyak jelantah sebagai alternatif bahan biodiesel.
Berdasarkan data PT Pertamina tahun 2020, ujar dia, kuota biosolar (B30) di DKI Jakarta pada 2020 mencapai 703.517 kiloliter berdasarkan Keputusan Kepala BPH Migas RI.
“Itu (minyak jelantah) baru 20 persen dari rumah tangga dan UMKM, belum termasuk hotel, restoran dan kafe, angkanya akan jauh lebih tinggi,” ujarnya.
Pemanfaatan sumber alternatif lain, seperti minyak jelantah untuk biodiesel itu juga diharapkan mengurangi penggunaan sawit yang selama ini menjadi pemasok tunggal biodiesel.
Menurut dia, saat ini sudah ada beberapa inisiasi pengolahan biodiesel minyak jelantah dari Makassar, Bali, Kalimantan Timur, Bogor, dan Yogyakarta.
Penggunaan energi baru terbarukan itu diharapkan menjadi salah satu solusi menjawab tantangan energi ramah lingkungan untuk mendukung udara bersih di Jakarta.
Baca Juga: Praktik Cross Border Bunuh Kelangsungan UMKM Lokal
Ricky menambahkan, selama ini ada tiga sumber polusi udara di DKI yakni, pembangkit listrik sebesar 30 persen, transportasi 50 persen, dan sisanya dari sampah.
“Untuk transportasi jumlahnya sangat besar. Di Jakarta, sepeda motor ada sekitar 16 juta, mobil penumpang 3,6 juta unit, bus dan lainnya, itu pasti membutuhkan bahan bakar minyak yang berkontribusi terhadap polusi di Jakarta,” katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
BRI Permudah Persetujuan Transaksi Bisnis Kapan Saja Lewat Qlola Mobile
-
BRI Kartu Kredit & Kartu BRI Debit Promo Spesial Sumpah Pemuda, Ada Cashback & Diskon Belanja Hemat
-
Belajar Geologi Tak Cukup dari Buku, Mahasiswa UGM Bedah Sampel Batuan Proyek Huu
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas