SuaraJakarta.id - Jumlah sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bertambah 180 sekolah. Kini total 865 sekolah/lembaga yang menggelar PTM.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan, Taryono mengatakan, penambahan itu usai syarat yang diajukan melalui dapodik untuk pelaksanaan PTM sudah terverifikasi.
"Berdasarkan usulan dari sekolah dan kami sudah verifikasi dan sudah mengisi daftar kesiapan menerapkan prokes di dapodik, maka terjadi penambahan sekolah dari mulai jenjang PAUD/TK, SD, SMP dan juga non formal," kata Taryono.
Taryono merinci, penambahan sekolah yang melaksanakan PTM terbatas itu diantaranya 13 PAUD, 127 TK, 15 SD, dan 23 SMP. Serta terdapat 1 PKBM dan 1 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).
Baca Juga: Update COVID-19 Jakarta 12 November: Positif 71, Sembuh 174, Meninggal 0
Taryono pun mewanti-wanti kepada seluruh sekolah, terutama yang baru melaksanakan PTM, untuk menerapkan protokol kesehatan agar tak menjadi klaster baru penyebaran COVID-19.
Dia meminta, para wali kelas untuk melakukan deteksi dini soal kondisi kesehatan siswa sebelum berangkat ke sekolah, termasuk keluarga dan seluruh orang yang tinggal dalam rumah siswa tersebut.
"Siswa yang masuk sekolah dipastikan keluarganya tidak ada yang terpapar COVID-19 dan anaknya tidak dalam keadaan sakit. Jadi kalau ada keluarga yang sakit, pembantunya sakit, atau lagi isoman mislanya sekalipun anaknya enggak usah sekolah," ungkap Taryono.
"Wali kelas harus merunut dari malam hari sebelum besok siswanya berangkat. Jadi kita awasi terus lebih ketat agar semuanya menjadi sehat," sambungnya.
Dia juga meminta, semua keluarga siswa dan lingkungannya untuk berani jujur soal kondisi kesehatan siswa dan anggota keluarganya. Hal itu sebagai pencegahan adanya penyebaran COVID-19 di sekolah.
Baca Juga: Dituding KPK Tak Kooperatif, Plt Kepala SMKN 7 Tangsel: Tidak Ada Surat Panggilan
"Memang ini harus kolaborasi semua pihak wali kelas, orang tua siswa, masyarakat RT RW sama-sama memantau dan harus jujur. Karena kalau dalam keadaan sakit atau keluarganya terpapar kan bahaya bisa menularkan ke yang lain. Makanya ini yang ditingkatkan. Wali kelas yang peran sentral dari awal," beber Taryono.
Berita Terkait
-
Polres Tangsel Tangguhkan Penahanan Ibu Yani Usai Dua Anaknya Jual Ginjal di Bundaran HI
-
Pasar Saham Indonesia Terjun Hebat, Lebih Parah dari IHSG Era Pandemi COVID-19?
-
Lagi Hits! 5 Tempat Bukber di Tangsel dengan Suasana Instagramable
-
Trump Sempat Telepon Presiden China Soal Asal-Usul COVID, Ini Kata Mantan Kepala CDC!
-
Banjir di Tangsel Belum Surut, Catat Nomor-nomor Penting Ini untuk Kondisi Darurat
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Dermaga Baru PIK: Gerbang Wisata Mewah ke Kepulauan Seribu, Ancol Terancam?
-
Pramono Mau Bikin Layanan Transjabodetabek, Pengamat: 60 Persen Warga Bakal Gunakan Angkutan Umum
-
Omzet UMKM di Jakarta Justru Menurun Jelang Lebaran, Ini Penyebabnya
-
Termasuk Pedagang Taman, Rano Karno Targetkan 500 Ribu Lapangan Kerja Baru di Jakarta
-
Rano Karno Sebut 6 Taman di Jakarta Bakal Buka 24 Jam, Ini Daftarnya