Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Kamis, 02 Desember 2021 | 18:31 WIB
Presiden Jokowi didampingi Wapres Ma'ruf Amin mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 di Istana Kepresidenan, Rabu (23/10/2019). (Antara)

SuaraJakarta.id - Kencangnya isu reshuffle di dalam kabinet Jokowi-Maruf Amin dalam beberapa waktu belakangan memunculkan sejumlah spekulasi. Walaupun Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menyatakan tidak ada rencana perombakan jajaran di tingkatan menteri.

Meski begitu, Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai, sinyal reshuffle kabinet justru semakin terbuka lebar.

"Kalau dilihat dari nuansa secara politik, kelihatannya Presiden Jokowi mau melakukan reshuffle kabinet," ujarnya seperti dikutip Wartaekonomi.co.id-jaringan Suara.com.

Dia menyebut, ada sejumlah nama menteri yang menurut penilaiannya layak untuk direshuffle. Salah satunya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate.

Baca Juga: Heboh Isu Reshuffle Kabinet, Partai Gerindra Sampaikan Pesan Ini pada Jokowi

"Menkominfo Johnny G Plate itu, kan, (kinerjanya) kurang," katanya.

Meski begitu, Trubus mengungkapkan, jika Presiden Jokowi belum berani mereshuffle menteri-menteri yang berasal dari partai politik (parpol) koalisi pemerintah. Pun Johnny G Plate yang merupakan menteri dari parpol koalisi, Partai NasDem.

"Kecuali ada alasan yang kuat, misalnya dahulu Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo karena korupsi" ungkap Trubus.

Isu reshuffle kabinet sendiri berembus setelah terjadi pergantian Panglima TNI dari Marsekal Hadi Tjahjanto ke Jenderal Andika Perkasa beberapa waktu lalu. Kala itu, Hadi Tjahjanto disebut-sebut bakal menjadi menteri baru di kabinet Presiden Jokowi.

Namun belakangan, kabar reshuffle kabinet tersebut dibantah pihak istana. Mensesneg Pratikno menyatakan belum ada rencana reshuffle kabinet. Sehingga, menteri dan wakil menteri bekerja seperti biasa.

Baca Juga: Santer Kabar Jokowi Reshuffle Kabinet, Gerindra Ikut Saja, PAN Siap Sodorkan Kader

"Setahu saya tidak ada rencana (Reshuffle) tersebut. Jadi, pokoknya semua menteri tetap bekerja seperti biasa, semua Wamen tetap kerja seperti biasanya," ujar Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/11/2021).

Pratikno menyebut, jika jajaran menteri Jokowi saat ini fokus mewaspadai perkembangan kasus Covid-19, terlebih munculnya varian baru Covid-19 yakni Omicorn.

"Kami juga terus waspada, apalagi ini kan Covid ada varian baru Omicron. Kita (Jajaran pemerintah) harus waspada apalagi kemudian ada Nataru, libur Natal dan Tahun Baru. Jadi kita antisipasi bagaimana perekonomian tetap bergerak, tetapi covid tetap terkendali. semua fokus bekerja," tutur Pratikno.

Ketika ditanya soal isu reshuffle menyusul PAN bergabung ke pemerintah, Pratikno menegaskan belum ada rencana reshuffle.

"Sampai saat ini belum ada rencana, sampai sekarang lah ya," katanya.

Untuk dikektahui, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengaku, baru mendengar isu Jokowi akan melakukan reshuffle pada 8 Desember 2021. Menanggapi itu, PAN sendiri dalam posisi siap jika diminta untuk mengisi kursi di Kabinet.

"Saya dengar juga isunya begitu, katanya sih (8 Desember). Tapi kan itu hak prerogatif Pak Jokowi," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

PAN sendiri semenjak dinyatakan bergabung dengan koalisi partai politik pemerintah pada 25 Agustus lalu memang belum terakomodir dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Maruf. Meski reshuffle hak prerogatif presiden, Yandri menyebut kalau partai yang diketuai Zulkifli Hasan itu siap sodorkan kader jika diminta isi kursi kosong.

Load More