SuaraJakarta.id - Pengurus Gereja GPIB Jemaat Koinonia Jatinegara, Jakarta Timur, membatasi jumlah jemaat saat Misa Natal karena pandemi COVID-19.
Kapasitas jemaat yang hadir dibatasi 50 persen dari total kapasitas. Jemaat yang hadir saat Misa Natal maksimal 150 orang.
Hal itu disampaikan Koordinator Keamanan dan Satgas COVID-19 GPIB Koinonia, Johanes Sahetapy.
"Kalau kapasitas sebenarnya 300 orang tapi kali ini hanya diisi 50 persen," kata Johanes, Jumat (24/12/2021).
Johanes menambahkan sebelumnya jemaat yang akan menjalani Misa Natal harus terlebih dahulu mendaftar.
Sedangkan jemaat yang tidak bisa hadir langsung di gereja dapat mengikuti kegiatan Misa Natal melalui layanan online.
"Kita anjurkan untuk lansia 60 tahun ke atas mengikuti ibadah lewat daring saja," ujar Johanes.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kegiatan ibadah Misa Natal di Gereja GPIB Jemaat Koinonia Jatinegara hanya dilakukan satu sesi.
"Kita hanya ada satu sesi tapi sebelum pandemi ada dua kali ibadah. Besok masih ada satu kali ibadah jam 10.00 WIB," tutur Johanes.
Baca Juga: Jemaat GBI Amanat Agung Wajib Daftar Diri Sebelum Hadiri Misa Natal
Johanes mengatakan pelaksanaan ibadah Misa Natal di Gereja GPIB Koinonia Jatinegara berjalan dengan lancar dan khidmat tanpa ada hambatan berarti.
Jemaat harus melewati dua kali pemeriksaan sebelum memasuki gereja seperti pemeriksaan suhu tubuh dan kartu vaksin COVID-19.
"Walaupun ada pembatasan ibadah tetap khidmat karena semua menjalani dengan ketulusan hati. Ini bukan kita mau tapi karena ada situasi pandemi," tutur Johanes.
Berita Terkait
-
Gubsu Bobby Nasution Resmikan Wings Air Terbang ke Madina, Perkuat Konektivitas
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Hindari Macet Konser Akbar di Monas, KAI Izinkan Penumpang 13 KA Naik dari Stasiun Jatinegara
-
Menelusuri Lorong Sunyi JGC: Saat Kilau Bacan Rp15 Juta Tak Lagi 'Sewangi' Dulu
-
Haul Akbar HUT Jakarta, KAI Buka Alternatif Naik-Turun di Stasiun Jatinegara Mulai Sore Ini
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar